alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi
The Bad Boys from Boston
Thursday, May 26, 2011

Aerosmith. Hal pertama yang terlintas saat mendengar kata ini disebutkan bisa berbeda untuk tiap orang. Buatku, yang terbersit pertama kali adalah Big Ones, album kompilasi lagu-lagu hits milik band ini, yang dibuat berdasarkan 3 album multi platinum yang mengantarkan mereka pada kebangkitan kembali Aerosmith setelah sempat terpuruk di akhir 70-an sampai awal 80-an akibat heroin. Tahun itu, 1994. Aku masih SMP. Ya, sebagian dari kalian masih TK atau baru mau masuk SD. Nggak papa, aku lebih berpengalaman dan dibesarkan pada masa yang lebih berselera:)
Big Ones berisi 12 lagu. Dua diantaranya, Walk on Water dan Blind Man adalah lagu baru. Sisanya berasal dari album Permanent Vacation (1987), Pump (1989) dan Get a Grip (1993). Dari judul album terakhir terbaca bahwa mereka sedang berusaha bangkit. Dan memang upaya yang diproduksi Geffen Records ini berhasil. Sampai hari ini, Aerosmith telah menjual 250 juta keping album. Ini melebihi gabungan jumlah seluruh penduduk Malaysia, Singapura dan Thailand.
Hal lain yang terlintas tentu penampilan mereka. Terutama Steven Tyler, vokalis dengan suara dan bentuk bibir khas yang selalu melilitkan syal di mic stand-nya. Belakangan aku baru tahu, gaya terkait syal ini dicontoh Tyler dari idolanya, Janis Joplin. Dan di beberapa bagian lagu-lagu Aerosmith, tarikan suara Tyler menyerupai Joplin pula. Ia kini dikenal sebagai juri American Idol season 10 bersama Randy Jackson dan Jennifer Lopez. Yang paling epik dari penampilannya ada dua. Pertama, terlalu sering memaki sampai dalam suatu episode mulutnya diplester:) Kedua, pertanyaan "Where the hell did you get those lips?" yang dilontarkan kalau ada kontestan cantik berbibir lebar. Tentang pertanyaan ini, ia mengakui: "I can't remember many parts of the 70's"
Tahun ini Aerosmith berusia 40 tahun. Dengan formasi yang nyaris tak berubah sejak pertama kali didirikan. Hanya satu orang yang betul-betul digantikan, yaitu Ray Tabano yang hengkang sebelum Aerosmith berjaya. Sementara dua personil lain hanya jadi pengganti selama Perry dan Whitford keluar, lalu kembali lagi.
Bagi sebuah band rock yang nakal, berani, ugal-ugalan dan menyala-nyala sampai dijuluki The Bad Boys from Boston, jatuh bangun bersama selama 4 dekade sudah tentu merupakan prestasi tersendiri. Terlebih karena band ini telah mengalami masa ketenaran, keterpurukan, kebangkitan dan kejayaan silih berganti. Juga lebih sulit karena selama kurun itu, para personilnya hanya bekerja pada Aerosmith, tak ada yang bersolo karir atau membuat proyek sendiri di luar band ini. The Joe Perry Project, satu-satunya proyek solo oleh personil Aerosmith, dibuat Perry hanya selama dia keluar dari band ini.
Dua diantara lagu favoritku adalah Janie's Got a Gun dan What It Takes. Dalam kedua lagu ini, aroma ballad dan blues yang kental sangat terasa. Perpaduan musik yang kaya dengan lirik menyayat pedih dan lengkingan khas Tyler merupakan suguhan menarik. Paling tidak buatku. Lagu yang terakhir menurutku juga bisa jadi lagu tema patah hati yang gagah:) Sementara Janie's Got a Gun berkisah tentang persoalan anak-anak muda Amerika. Ada isu bullying di sini, ada pula soal paham kekerasan bersenjata yang dianggap bisa menyelesaikan masalah. Lalu kesadaran bahwa sekecil apapun pemicunya, semua hal, segala yang mengelilingi hidup kita bisa berubah drastis setiap saat.
Dalam What It Takes Tyler berkisah:
You spend me up like money
Now you hung me up to dry
... lalu bertanya:
Tell me what it takes to let you go?
Tell me how the pain suppose to go?
Tell me how it is that you can sleep in the night, without thinking you lost everything that was good in the life to the toss of the dice?
Tell me what it takes to let you go!
Perih. Tapi dinyanyikan dengan gagah.
Penggunaan drugs jadi salah satu aspek penting dalam karir mereka. Penting, karena jika tak berhasil melepaskan diri, besar kemungkinan mereka tak akan mampu bertahan. Tyler mengaku, kalau dihitung-hitung dia telah menghabiskan sekitar US$ 20 juta atau sekitar 200 milyar untuk drugs.
"I snorted my house, I snorted my plane" katanya tentang hal itu.
Baru-baru ini kudengar karena Tyler menjadi juri American Idol, penjualan album Aerosmith meningkat 250%. Fantastis. Tapi memang bisa dibayangkan, setelah 1995 mereka tidak lagi aktif membuat album baru sementara penonton TV dan pendengar musik saat ini tentu didominasi oleh anak muda umur belasan dan 20-an awal yang tak pernah tahu siapa Tyler. Lalu mereka mencari tahu:)
Hal juga yang tak kubayangkan, saat jadi juri, Tyler lebih seperti tante dandan yang rendah hati, ceplas-ceplos tapi perhatian. Nakal sudah tentu, tapi dari caranya mengomentari dan berinteraksi dengan peserta, kita bisa melihat bahwa pada dasarnya ia baik hati dan sensitif, serta apa adanya. Kalau Tyler bosan, dia cuma komentar sekenanya, lalu diam dengan wajah malas. Hihihi.

Karena mengikuti kisah mereka, aku jadi penasaran berat waktu dengar kabar kalau biografi Tyler baru saja dilincurkan. Judulnya Does The Noise In My Head Bother You?: A Rock 'n' Roll Memoir by Steven Tyler. Bersama buku ini diluncurkan pula single solo-nya Tyler. Aku coba menitip pada teman, tapi rupanya di Kinokuniya Takashimaya Orchard masih belum dijual. Atau sudash keburu habis! Membuatku makin penasaran:)
Untuk sementara, harus puas dulu hanya mendengar lagu-lagunya, sampai kudapat bukunya, supaya aku bisa bercerita lagi tentang salah satu band rock paling seru dalam sejarah musik.
*Muter Girls of Summer*
childhood
Wednesday, May 18, 2011
malam itu, kami makan bersama di area food festival sebuah mal. tempatnya nyaman. area terbuka dengan pepohonan dan meja kursi yg diletakkan di luar ruangan. deretan kedai yang menjual beraneka makanan menguarkan aroma lezat. masakan Cina, penyet-penyetan (ayam, lele, tahu, tempe), soto (daging, madura, sulung), ayam kremes dan tulang lunak, bahkan babi panggang. udara malam sejuk, area terbuka yang luas ini cukup lengang. sebuah suasana langka untuk suatu sabtu malam di sebuah mal, di jakarta.
kami duduk di depan kedai sate. sudah jadi kebudayaan, pesanan kami nyaris selalu terdiri dari seporsi sate daging tanpa lemak, setengah porsi sate hati, setengah porsi sate ayam, seporsi sup ayam...
kami duduk di depan kedai sate. sudah jadi kebudayaan, pesanan kami nyaris selalu terdiri dari seporsi sate daging tanpa lemak, setengah porsi sate hati, setengah porsi sate ayam, seporsi sup ayam...
eh, laper nggak sih? membahas makanan aku jadi lapar-
malam itu, ditambahkan seporsi tongseng dalam pesanan kami.
sambil menunggu pesanan, kami melihat-lihat suasana sekitar, sambil ngobrol. minuman datang, masing-masing kami menikmatinya. aku masih menyesap es jeruk yang manis-asam segar ketika tiba-tiba iparku tergelak. kami yang penasaran memintanya bercerita. masih dengan menyisakan tawa kecil, ia memulai ceritanya:
"barusan ada anak kecil berdiri di depan pohon itu..." kami menoleh ke arah pohon yang tumbuh di dekat tempat duduk kami. pohon berdaun rimbun yang batangnya dililit lampu.
"anak itu mengulurkan tangannya ke arah batang pohon, nggak sampe kena, sih... tapi sambil mengulurkan tangan dia bergaya seakan-akan sedang kesetrum, badannya kejang sambil ngomong 'zzzzzt... zzzzttt..' gitu" spontan kami semua tertawa geli mendengarnya. aku membatin, dia pasti merasa "oh, I am so cool" hihihi.
esoknya, kami pergi ke mal lagi! kali ini ke mal lain yang punya Ace Hardware, toko perlengkapan rumah dan rumah tangga yang sejauh ini paling lengkap walaupun harganya juga paling mahal. sebegitu lengkapnya hingga kadang-kadang kita baru merasa heran karena barang itu ada, atau baru merasa perlu sama barang itu setelah melihatnya dijual di toko ini.
kami sedang berjalan melintasi sederetan rak yang menjual berbagai macam kebutuhan kamar mandi waktu seorang anak perempuan berbaju merah lari-lari ke arah kami datang. tangannya digerak-gerakkan ke segala arah, sambil berteriak-teriak "buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya" terus-terusan begitu sambil terus berlari melewati kami yang terheran-heran. sejurus kemudian tawa kami pecah.
ah, don't you remember how much fun we had when we we're little?
sambil menunggu pesanan, kami melihat-lihat suasana sekitar, sambil ngobrol. minuman datang, masing-masing kami menikmatinya. aku masih menyesap es jeruk yang manis-asam segar ketika tiba-tiba iparku tergelak. kami yang penasaran memintanya bercerita. masih dengan menyisakan tawa kecil, ia memulai ceritanya:
"barusan ada anak kecil berdiri di depan pohon itu..." kami menoleh ke arah pohon yang tumbuh di dekat tempat duduk kami. pohon berdaun rimbun yang batangnya dililit lampu.
"anak itu mengulurkan tangannya ke arah batang pohon, nggak sampe kena, sih... tapi sambil mengulurkan tangan dia bergaya seakan-akan sedang kesetrum, badannya kejang sambil ngomong 'zzzzzt... zzzzttt..' gitu" spontan kami semua tertawa geli mendengarnya. aku membatin, dia pasti merasa "oh, I am so cool" hihihi.
esoknya, kami pergi ke mal lagi! kali ini ke mal lain yang punya Ace Hardware, toko perlengkapan rumah dan rumah tangga yang sejauh ini paling lengkap walaupun harganya juga paling mahal. sebegitu lengkapnya hingga kadang-kadang kita baru merasa heran karena barang itu ada, atau baru merasa perlu sama barang itu setelah melihatnya dijual di toko ini.
kami sedang berjalan melintasi sederetan rak yang menjual berbagai macam kebutuhan kamar mandi waktu seorang anak perempuan berbaju merah lari-lari ke arah kami datang. tangannya digerak-gerakkan ke segala arah, sambil berteriak-teriak "buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya-buaya" terus-terusan begitu sambil terus berlari melewati kami yang terheran-heran. sejurus kemudian tawa kami pecah.
ah, don't you remember how much fun we had when we we're little?
Last posts
Archives
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- December 2007
- January 2008
- February 2008
- March 2008
- April 2008
- May 2008
- June 2008
- July 2008
- August 2008
- September 2008
- October 2008
- November 2008
- December 2008
- January 2009
- February 2009
- March 2009
- April 2009
- May 2009
- June 2009
- July 2009
- August 2009
- September 2009
- October 2009
- November 2009
- December 2009
- January 2010
- February 2010
- March 2010
- May 2010
- January 2011
- April 2011
- May 2011
- June 2011
- October 2011
- November 2011
- May 2012
- October 2012
- March 2013
- April 2013

