Tuesday, March 11, 2008

waktu bermobil bersama

sore itu, kami mendatangi deretan toko kembang di pinggir jalan dari Setiabudhi Regency naik ke atas. masih sama nggak sih nama jalannya? dan juga menyaksikan banyak mobil yang menyemut karena mendadak daerah sekitar situ jadi macet. kayaknya sih kemacetan itu disebabkan oleh mobil yang kami tumpangi yang berhenti begitu saja di depan toko kembang. tapi masa iya sih? kan mobilnya cuma satu yang diparkir. pastilah yang jadi biang kemacetan adalah mobil yang tetap memaksa jalan padahal udah tau, jalannya sempit dan mobil kami parkir disitu. hihihi...

mobil kami, seolah-olah aku ikutan patungan belinya. padahal cuma nebeng ikut duduk, selain ikutan membantu upaya Jeng Mira memenuhi bagasinya dengan tanaman. yang mula-mula mau beli satu atau dua tanaman saja, pada akhirnya jadi kegiatan yang lebih tepat disebut kalap. kalo yang bunganya merah dibeli, masa yang bunganya kuning nggak? dan kalau yang kuning dibeli, mestinya yang ungu juga. maka tanaman air, tanaman darat, tanaman gantung, dan tanaman rambat semuanya dengan sukses mengisi bagasi dan juga lantai jok belakang. jangan tanya nama tanamannya apa. karena ada satu yang aku inget bentuk bunganya, dan aku yakin banget kalo nama bunga itu semacam gabungan antara disleksia dan clamydia.

waktu beranjak dari situ untuk pergi beli sepatu, terbersit ide buat mendengarkan lagu. ceritanya ini soundtrack hidupnya Abi. katanya sih yang menyanyikan White Snake. dan judulnya Here I Go Again. dan tentu saja aku segera menyanyikan lagunya dengan riang gembira;

Here we go again, fighting things we never win
It seems our love was standing still
I'm sorry now
It's funny how
I don't feel the love
I just hear the words

tapi karena ternyata liriknya salah, lagu ini dianggap gagal, digantilah dengan Sheryl Crow, waktu menyanyikan Dyer Maker. walaupun setelah diputar yang keluar adalah versi Led Zeppelin. hihihi...

I I I I I I
All those tears I cry, I I I I
All those tears I cry, oh oh, I I
Baby, please don't go

dengan segera, secara otomatis ada kekuatan yang menguasai tubuh, untuk bergaya seperti lukisan-lukisan di piramida Mesir. tau 'kan? tarian a la Cleopatra?
nah, coba bayangkan lagu itu, dan gaya itu... lalu gabungkan. cocok kan? sebegitu cocoknya sampai kami nyaris masuk selokan karena Abi lupa kalo dia sedang nyetir dan gerakan tarian itu tidak menunjang kegiatan menyetir.

When I read the letter you wrote me
it made me mad mad mad
When I read the words that it told me
It made me sad sad sad
But I still love you so
I can't let you go
I love you
Ooh baby I love you

sore itu, kami sepakat untuk jadi norak saja. membuka jendela mobil, menyetel musik keras-keras dan ikut bernyanyi dengan suara seadanya. lagu-lagunya tentu lagu yang digilai anak muda pada jamannya masing-masing. yang isinya tentang cinta, yang cheesy, yang bercerita tentang hati yang luka dengan pedih dan perih. You let me drowning in my tears-lah...

mulai dari Counting Crows yang lagu-lagunya semua bercerita, Bon Jovi yang nggrantes dan mengiris hati, juga Aerosmith, yang ... terlepas dari penampilannya yang garang, kalo lagi patah hati sih, tetep aja menangis-nangis...

Girl, before I met you I was F.I.N.E. Fine
but your love made me a prisoner, yeah my heart's been doing time
You spent me up like money, then you hung me out to dry
It was easy to keep all your lies in disguise
Cause you had me in deep with the devil in your eyes

Tell me what it takes to let you go
Tell me how the pain's supposed to go
Tell me how it is that you can sleep in the night
Without thinking you lost everything that was good in your life to the toss of the dice?

ah, betapa menyenangkan sore itu. percakapan yang seru dengan teman-teman yang baik hati dan penuh perhatian. dan nggak habis-habisnya kita tertawa sekalian bergosip. kehangatan suasana sore dan senja Jumat itu masih bisa kuingat sampai saat ini.

Sunday, March 09, 2008

punk heroes

kalau lain kali bermaksud memberi nama anak laki-laki, pertimbangkanlah nama Fathur dan Eka. suatu hari nanti mungkin mereka akan tumbuh menjadi remaja tanggung berusia belasan yang dengan yakin memakai kaus Ramones berwarna hitam, bercelana selutut dengan warna yang sama dan memotong rambut seperti Davey Havok. mereka akan merokok sambil nongkrong di sebuah tempat pencucian mobil di pinggir jalan, merundingkan balasan yang tepat untuk sebuah sms, sambil tertawa-tawa.

lalu suatu kali, mereka akan bertemu dua orang gadis yang sedang bermotor berkejaran dengan jalanan pada suatu tengah malam saat langit bertaburan bintang. dua gadis malang yang menemukan ban belakang motor mereka kempes, di by pass Sanur yang tak pernah mati, dalam perjalanan mereka menuju Ubud dari Bandara Ngurah Rai.

jika mereka bernama Fathur dan Eka, mereka akan membantu gadis-gadis itu. menyeberangkan motor yang kempes melintasi jalanan. membangunkan dua orang yang tidur lelap di dua tempat tambal ban yang berbeda, meskipun keduanya menolak membantu dengan alasan 'yang mengerjakan tidak ada' dan 'saya nggak bisa mengerjakan itu'. tanpa menyerah, mereka mendorong motor itu lagi, lalu menemukan satu rumah tukang tambal ban yang lain, yang keluar dengan jeans dan bertelanjang dada, dan setelah ragu selama setengah menit setuju untuk membantu.

"tolong bantu, pak" begitu kata mereka setiap kali.

jika mereka bernama Fathur dan Eka, dan jika mereka bergaya penampilan punk, mereka akan rela membangunkan lagi tukang bengkel yang letaknya dua ratus meter dari tempat itu, untuk membeli ban dalam, dan tidak mudah menyerah pada tulisan 'kalau sudah malam tolong jangan ganggu' yang terpasang di pintu. karena mereka tahu, meskipun saat itu sudah lewat jam 12 malam, gadis-gadis ini harus segera pulang.

dan karena jiwa kepahlawanan dalam diri, mereka menolak diberi uang lalu memilih berlalu setelah setuju berjabat tangan dan berkenalan dengan gadis yang berjaket ungu, yang dalam hati berjanji akan menyebarluaskan cerita kepahlawanan mereka.

because they're my punk heroes.
dan aku harap siapapun yang menunggu balasan sms dari Fathur atau Eka malam itu tidak gusar.

Friday, February 29, 2008

tiga ratus

guruku yang pertama di sekolah dasar adalah Bu Kristi. aku nggak ingat lagi siapa nama lengkapnya. yang jelas, selama satu tahun pertama di SD, beliau yang mengajarku. aku inget dulu kayaknya sepulang sekolah aku suka tinggal di dalam kelas dan ngajakin beliau ngobrol. abisnya di rumah orangtuaku jelas nggak ada, dan yang ada cuma pembantuku. dan oh, alangkah membosankan ngobrol dengan pembantu di rumah. lagian kerjaan dia banyak. palingan aku ditinggal main sendiri.

Bu Kristi memulai tahun pelajaran dengan bercerita. selama dua hari berturut-turut, ia menceritakah dua kisah. kisah yang pertama adalah kisah yang dikarangnya sendiri. tentang dua anak dari satu keluarga yang sangat bertolak belakang sifatnya. si kakak adalah anak manja yang mementingkan diri sendiri, mata duitan dan terjebak pergaulan yang tidak baik. akhirnya jadi penjahat. hari itu aku kenal yang namanya sampah masyarakat.

sementara si adik adalah anak yang terpuji, baik hati, sopan, selalu menuruti nasihat orang tua, pintar, rajin belajar dan hidupnya mulus tanpa cacat sampai dia menjadi orang yang berhasil dan kaya raya karena gemar menabung juga. yoih, deh!

pada hari kedua, ia menceritakan kisah Ramayana. aku ingat di bagian akhir cerita aku sempat merasa 'aneh' karena Sinta harus terlebih dahulu dibakar untuk menunjukkan kesetiaannya pada Rama. padahal menurutku, kesakitan Sinta tak kalah parahnya dengan kesusahan Rama. ditawan raksasa gitu loh, bok! bentuknya aja udah bikin takut. dan ngedrop.

sepanjang yang kuingat, aku selalu suka dongeng dan cerita. seperti dongeng yang setiap malam diceritakan Mama atau Papa sebelum aku tidur, atau kisah-kisah Nabi yang dibacakan untukku, sampai aku bisa membacanya sendiri. dan juga ratusan, atau mungkin ribuan kisah yang sudah pernah kubaca seumur hidupku.

waktu blog ini dipublikasikan pada bulan Desember 2004, aku mulai berbagi kisah yang kutulis sendiri. dan ceritaku hari ini adalah cerita bernomor 300.

Thursday, February 28, 2008

yang jagoan dan perkasa



adalah Chuck Norris. dan waktu menelusuri hotlinks dalam tulisan di blognya Nenda tentang selebriti kesayangan kita semua, aku mendapatkan keterangan menarik mengenai si oom yang satu ini. bintang film laga yang dikenal dalam perannya di serial Walker, Texas Ranger. kalo di Indonesia sih, film-filmnya adalah salah satu sajian wajib di berbagai televisi swasta, sehingga hampir setiap bulan, ada aja filmnya yang diputer.

of course. he's a very important person because he determines the earth's population. in fact, There is no theory of evolution. Just a list of creatures Chuck Norris has allowed to live.

kalo ngeliat wajahnya, kita akan mendapatkan kesan garang, gagah dan tangguh. dengan jenggot yang mooi (seperti jenggotnya Enda tapi lebih banyak dan lebih pudar warnanya), sorot mata tajam, tampang serius, dan kemampuan yang mematikan, Chuck Norris (yang katanya masih keturunan Surabaya ini) menyikat siapapun yang menghadang, dengan tendangan berputarnya. bahasa kerennya roundhouse kick.

tentang sorot mata yang tajam itu, beberapa orang bilang kalau Chuck Norris doesn't actually write books, the words assemble themselves out of fear. dan kalopun bukunya udah ada, Chuck Norris doesn't read books. He stares them down until he gets the information he wants.

aku inget dulu RCTI sempat muter serial Walker, Texas Ranger sore-sore, walopun sekarang udah nggak lagi. yang waktu itu aku nggak tau adalah, Chuck Norris's show is called Walker: Texas Ranger, because Chuck Norris doesn't run. dan kalo dia marah, bisa jadi sangat berbahaya. soalnya... Someone once videotaped Chuck Norris getting pissed off. It was called Walker: Texas Chain Saw Massacre.

yang aku tulis ini, hanyalah beberapa fakta yang beredar tentang Chuck Norris, loh. dan buat kamu-kamu-kamu yang suka film action, kamu mesti tahu betapa hebatnya bintang yang satu ini, karena dengan kesibukannya membantai musuh, dia masih ingat untuk beramal dan mendukung riset kedokteran semampunya. kabarnya, dia menyumbangkan sekurangnya 6000 mayat musuh-musuhnya untuk riset kedokteran! selain itu, dikabarkan kalau Chuck Norris' tears cure cancer. Too bad he has never cried. Ever.

hmmm... aku juga tau sih kalo Chuck Norris cool aja dengan semua hal yang diributkan orang sejak tahun 2005 ini, bahkan dia merasa tersanjung! betapa rendah hati dan lapang pemikirannya. tapi ya itu tadi... persoalannya adalah aku agak khawatir dengan keselamatan jiwaku setelah menulis postingan ini. abis, gimana yaa... If you can see Chuck Norris, he can see you. If you can't see Chuck Norris you may be only seconds away from death. dan sekarang aku lagi nggak bisa ngeliat dia!
*was-was*

mungkin sebaiknya aku kabur sekarang dan minta bantuan sama Raymond. bagaimanapun juga, dia disayang semua orang. tapi kok barusan aku dapet sms ini ya?
Everybody loves Raymond. Except Chuck Norris.
*lari tunggang langgang*

Wednesday, February 27, 2008

o' coen brothers, congratulations!



film karya Coen Brothers pertama yang aku tonton adalah O' Brother Where Are Thou?

waktu itu aku menontonnya tanpa tahu siapa yang bikin naskah, atau sutradaranya, atau produsernya. sekedar nonton dan menertawakan George Clooney, John Turturro dan Tim Blake Nelson yang berperan sebagai pelarian dari penjara. ceritanya memang kocak banget. nggak habis-habis aku ketawa. dan terutama geleng-geleng kepala sama ke-kekeuh-an Everett untuk tetap menjaga rambutnya rapi dan klimis dengan Dapper Dan dan hairnet. scene yang tak terlupakan tentu waktu puluhan kaleng berisi pomade pelicin rambut itu mengapung dilanda air yang dialirkan menjadi bendungan...

setelah nonton filmnya, aku mengumpulkan mp3 lagu-lagu soundtracknya, dan masih menjadikan The Soggy Bottom Boys salah satu band kesukaanku sampai sekarang.

aku baru kenal kakak beradik yang selalu kompak dan sering saling menyelesaikan kalimat satu sama lain itu waktu dikenalkan pada The Man Who Wasn't There. "film ini dari genre film noir, dan cukup berat. judulnya aja aneh. kalo he wasn't there, why bother? mestinya gitu 'kan?"betul-betul cara pengenalan yang nggak menarik. tapi kok ya aku ikutan nonton film yang sepanjang ceritanya diiringi denting piano yang syahdu ini. walopun bener, nggak selesai. aku udah keburu ngantuk. hihihi...

ide yang paling menarik buatku sebenarnya adalah bagaimana dua saudara ini seperti lebur jadi satu dalam setiap film yang mereka hasilkan. sepertinya, Ethan dan Noel yang tidak kembar ini, terdiri dari satu jiwa dan pikiran, yang dibelah dalam dua tubuh.

lalu suatu hari aku menemukan satu box berjudul The Coen Brothers DVD Collection di Bee House. aku diijinkan meminjam ("tapi jangan sampe rusak!") film-film yang berharga itu. selama berhari-hari, aku menonton semua film mereka, berturut-turut dari Blood Simple, Raising Arizona, Miller's Crossing (yang penuh darah dan sangat depressing), Barton Fink, The Hudsucker Proxy, Fargo (tentang kasus yang nyusahin ibu-ibu hamil), The Big Lebowski (yang bikin aku sibuk dengerin The Rolling Stones lagi), Intolerable Cruelty (yang menjelaskan betapa rese'nya lawyer itu...hihihi), The Ladykillers dan Bad Santa. oh, yang jadi tokoh perempuan di Bad Santa adalah Lauren Graham, ibunya Rory di Gilmore Girls, serial yang selalu nemenin aku nungguin giliran siaran di hari Minggu.

semakin banyak yang aku tonton, semakin kagum aku sama Coen Brothers. film-filmnya keren! tokoh-tokoh yang ada dalam filmnya selalu menarik. bahkan warna filmnya yang cenderung sepia (ya, sebagian besar kan film noir) juga jadi suatu hal yang menambah keunikan karya mereka.

waktu aku baca obrolan antara Cormac McCarthy, Ethan dan Noel Coen di Newsweek, aku langsung tertarik sama No Country for Old Men. dan setelah menonton film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama itu, aku bisa bilang kalau jelas-jelas film ini memakai pendekatan yang nggak biasa. caranya menghadirkan kesan seram, deg-degan dan thriller juga sangat menarik. oh... para pembuat film horor di Indonesia mestinya dididik dengan nonton film ini. dan yang lebih hebatnya lagi, masih ada sisi satire dan lucu yang bisa didapatkan dari film ini. yang bisa bikin cekikikan dan ngakak juga, disela-sela kengerian dan kesan dingin-beku-mematikan yang didapatkan dari tokoh Anton Chigurh yang dimainkan dengan sangat baik oleh Javier Bardem.

adegan yang paling kocak tentu adegan pengejaran oleh anjing. dengan penuh keyakinan Llewelyn Moss terjun ke sungai lalu jadi panik setelah mendapati kalau tidak hanya buas, anjing itu juga terlatih berenang dengan baik, dan bisa mengejarnya lebih cepat di air.
*wink*

aku ikut bertepuk tangan dengan gembira waktu tahu film yang oke banget ini dapat 4 Oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik, naskah adaptasi terbaik dan pemeran pembantu pria terbaik. well done, Coen Brothers!
*grin*

PS. lalu pertanyaannya... siapa yang mau beliin aku The Coen Brothers DVD Collection?

Tuesday, February 26, 2008

white wedding



Onet sayang,
empat tahun sudah nyaris berlalu sejak pertama kali kita ketemu. pertemuan itu juga menandai awal sebuah hubungan yang sangat penting dalam hidup kamu. dan Phillipe.

lalu pertemanan kita membentang melewati batas kota, dan batas pulau. kamu yang mula-mula di Bandung dan aku yang di Malang bertemu lagi di Ubud dan saling menemani. lalu terasa, kamu seperti menjadi saudara perempuan yang lain lagi untukku. ada saat senang dan sedihku. ada saat gembira dan susahku.



dan aku menyaksikan hidupmu. seperti kamu jadi bagian hidupku.
ada saat-saat ketika percakapan kita terhenti oleh tangis haru yang mencekat di tenggorokan. ketika hal-hal yang sulit terjadi dalam hidup kita masing-masing. lalu bersama air mata yang mengalir itu, kita berpelukan. saling berbagi dan menguatkan.

waktu kamu meminta restuku setelah akad nikah kemarin, aku merasa seperti sedang melepaskan saudara, bagian dari jiwaku, untuk menempuh perjalanan baru. tapi seperti yang kukatakan saat memelukmu, aku sangat bahagia untuk kamu. aku telah menyaksikan hidupmu selama empat tahun yang berat dan panjang. dan aku berharap kamu selalu berbahagia menjalani hidupmu selanjutnya. kamu menerima seluruh doa dan restu yang aku punya.

dan seperti selalu. aku akan terus mendukungmu.

Monday, February 25, 2008

tentang lagu cinta. dan R.E.M


Michael Stipe does not feel comfortable writing about the upside of life. For him, the words that express love are often clichés, the ability to capture thrill and joy, without sounding maudlin, trite or overly sentimental, is a skill even some of the best songwriters don't possess. The language of the lover and the lovelorn in pop is worn out, stale.
basi. gitu kata Stipe, yang kemudian dikutip sama David Buckley dalam buku R.E.M Fiction; An Alternative Biography.

aku setuju sama Stipe. semua kata cinta yang tampaknya begitu mudah diucapkan dan diulang-ulang-ulang dalam lagu-lagu pop itu membuat maknanya semakin lama semakin dangkal. dan jadinya sudah nggak berarti lagi, karena sudah terlalu sering dipakai, bahkan untuk hal-hal yang nggak perlu. lalu kalo orang bilang masih belum menemukan cinta, atau masih mencari cinta, rasanya jadi overrated. nyari apa sih? cinta?... banyak tuh, disebar-sebar di lagu-lagu cheesy. hihihi...

itulah sebabnya sepanjang perjalanan karir mereka, R.E.M nyaris nggak pernah bikin lagu yang temanya tentang cinta-cintaan. aku bilang nyaris, karena ada dua lagu yang memang bercerita tentang tema ini, diluar tema-tema lain dalam lagu-lagu R.E.M yang emang dari sananya udah nggak biasa. thanks to Stipe yang artistik dan selalu sibuk menenggelamkan diri dalam berbagai hal, entah itu kebudayaan, kesenian, politik, agama, sejarah, aktivisme dan bahkan dongeng serta legenda dari masa lalu, lirik lagu-lagu R.E.M jadi punya rentang bahasan yang sangat luas.

misalnya "What's The Frequency, Kenneth?" diilhami oleh peristiwa penyerangan yang dilakukan terhadap seorang anchor CBS. yang lalu jadi lagu beraroma surreal, diawali dengan sebuah pertanyaan dan diteruskan dengan...

I was brain-dead, locked out, numb, not up to speed
I thought I'd pegged you an idiot's dream


atau lagu "Drive" yang salah satu liriknya adalah homage untuk Pyton, band yang juga berasal dari Athens-Georgia ...hey kids, rock and roll....sebetulnya berasal dari lirik lagu mereka. sementara lagunya sendiri kata Stipe menunjukkan dukungan R.E.M buat Motor Voter Bill, salah satu undang-undang populer yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Bill Clinton.

balik lagi ke pada soal lagu cinta, lagu pertama yang bisa dengan mudah disebut lagu cinta-nya R.E.M adalah "The One I Love" dari album Document, yang dirilis tahun 1987. lagunya cerah ceria, suara gitarnya Peter Buck juga enak banget didengerinnya. liriknya manis dan sederhana.

This one goes out to the one I love
This one goes out to the one I've left behind

A simple prop to occupy my time

This one goes out to the one I love

tapi kalau diperhatikan baik-baik, apa iya sih ini lagu cinta? karena kalo emang iya... masa sih kekasih bisa direduksi jadi 'a simple prop to occupy my time'? hihihi...
bukannya fungsi pacar semestinya bisa lebih banyak dari sekedar alternatif untuk membunuh waktu (dan kebosanan)?
*ngakak*

lagu kedua yang (akhirnya) memang benar lagu cinta adalah "At My Most Beautiful". dan seperti sudah bisa diduga, kalau band-band yang cool seperti ini bikin lagu cinta, liriknya pasti dahsyat dan selalu sukses bikin orang jadi terdiam seribu bahasa, kehabisan kata-kata. speechless.

I read bad poetry Into your machine
I save your messages

Just to hear your voice

You always listen carefully

To awkward rhymes
You always say your name,

Like I wouldn't know it's you,

At your most beautiful


At my most beautiful
I count your eyelashes, secretly
With every one, whisper I love you


I let you sleep.
I know you're closed eye watching me

Listening, I thought I saw a smile

ini adalah lagu cinta favoritku selama tiga minggu terakhir. setiap kali mendengar dan ikut menyanyikannya, pikiranku selalu melayang padamu. sayang sekali aku belum bisa menulis lagu cintaku sendiri. jadi untuk sementara, lagu ini yang kupinjam dan kuberikan untukmu.

Sunday, February 24, 2008

toilet tale

kantorku bekerjasama dengan satu travel agent paling besar di Jepang untuk bikin semacam booth, tempat turis-turis Jepang yang sedang berkeliling Ubud bisa menunggu shuttle bus atau sekedar melepas lelah. idenya sederhana. tiap hari bus mereka akan datang dua kali, menurunkan penumpang dan kemudian menaikkan penumpang lagi. biasanya ini terjadi antara jam 11 sampai paling sore jam 14.

tentu saja selama masa-masa itu dua toilet yang ada di depan jadi sangat sibuk. tak henti-hentinya dipakai. kalau aku sendiri mau memakainya dan keliatan yang ngantri banyak, aku lebih memilih kabur ke dekat lobby, atau lebih jauh lagi sekalian ke spa.

satu hal yang kuherankan, orang-orang Jepang ini gemar sekali membanting pintu. padahal pintu toiletnya baik-baik aja. engselnya sering diminyaki, nggak berkarat, nggak berat dan nggak bermasalah. tapi setiap hari, aku bisa dengar minimal 5 kali pintu dibanting.
bam! bikin sakit telinga.

kalo udah nggak tahan biasanya aku mengeluarkan keluhan panjang-pendek dari ruanganku. dalam bahasa Indonesia ato bahasa Jawa.
"harus dibanting ya, bok... pintunya?"

hal kedua yang juga bikin aku terheran-heran... sekali lagi, ini hanya terjadi sama orang Jepang dan nggak terjadi sama orang-orang dari negara lain, entah itu orang Eropa, Korea atau Amerika. yeah, aku jadi pengamat perilaku pengguna toilet dari berbagai negara secara nggak sengaja.

aku ulangi.
hal kedua yang bikin aku heran adalah, sering sekali mereka mengalami kesulitan keluar dari kamar mandi. seolah-olah terkunci. bener, deh! setiap hari adaaaaaa aja yang mengalami ini. tadinya, aku pikir karena ada masalah dengan kunci pintu kamar mandi. aku minta orang untuk memeriksanya, dan mencobanya berkali-kali. dan ternyata baik-baik aja. trus aku inget kalo kejadian ini hanya dialami orang-orang dari negara tertentu.

setelah dua minggu berlalu, kami jadi tau kalau mereka punya kebiasaan lucu. kalo ngunci pintu, muter kuncinya dua kali. tapi waktu membukanya, cuma muter kunci sekali, terus langsung diguncang-guncang dengan nggak sabaran. hmmm... selalu begitu sebabnya. ya jelas aja, pintunya ngotot nggak mau dibuka. jadilah setiap kali salah satu staff harus buru-buru ke depan toilet dan meminta supaya yang bersangkutan memutar kuncinya sekali lagi. itu pun seringkali nggak langsung dikerjain. hehe...
dan nanti, nggak berapa lama kemudian, kejadian itu akan berulang.

semua ini udah berlangsung beberapa bulan, dan hanya mereka yang begitu, memang. orang-orang Jepang yang aneh.

Wednesday, February 20, 2008

I Love Mahen

waktu posting lirik-lirik ini ke Kampung Gajah, aku cuma berniat membagi Soundtrack of The Day. iyah... aku masih dengerin The Cardigans terus, dan lagu Hold Me ini diambil dari album Long Gone Before Daylight.

kemarin aku nge-loop lagu ini seharian.

Hold me, don't ever leave me
Know me, never believe me
Stay here but don't get too near me
Leave me, leave me alone
But don't ever let me go

Show me, but don't ever teach me
Touch me, don't try to reach me
Hold me but don't ever keep me
Baby, don't ever let me in

And don't let me win

'Cause I leave myself to you
Yes, I release myself with you
I believe in me and you
So don't ever say you do

.... dan serusnya. lirik lengkapnya cari sendiri, yah!

balasan-balasan awal sebetulnya bikin aku seneng, karena terus ada yang ikutan posting lirik lagu lainnya, yang judulnya mirip-mirip. misalnya Hold Me, Thrill Me, Kiss Me, Kill Me-nya U2, atau Hold Me, Thrill Me, Kiss Me-nya Gloria Estefan, yang ternyata lagu kebangsaannya Joan.

tapi tentu bukan Kampung Gajah namanya kalo satu thread nggak belok ke arah lain.

dan yang menyimpang dari jalurnya kali ini Mbak DheeYan alias Bunda Endhoot. aku tau lah dia melakukan ini karena dukungannya yang nggak abis-abis padaku. sekalian juga aku tau dia emang kesenengan karena kemarin sempat jadi juru bicara waktu bikin press lilis. hihihi.

dengan demikian, url yang Bunda bikin, valid.

exanthem

Ari sakit dan sampai dirawat di Rumah Sakit Bintaro.
ini berita besar, soalnya selama empat belas tahun aku kenal dia, nggak pernah sekali pun sahabatku ini masuk rumah sakit. sekalinya sakit parah adalah sakit tipes, dan itu pun cuma pindah dari kamarnya di lantai 2 ke kamar Ochie yang letaknya dibawah. jadi nggak harus naik turun tangga kalo mau ke kamar mandi, ato mo ambil makanan di dapur.

makanya pas malem-malem dia telepon dan bilang "tebak deh, gue ada dimana?" aku nggak bisa nebak dan balik nanya "dimana?"
*dasar akunya males*

dari badannya yang berbintik-bintik merah, serta kadar trombosit yang turun, dokter memvonis kalo Ari kena Demam Berdarah. dan karena dia keliatan tenang-tenang dan sehat-sehat aja, aku malah jadi makin khawatir. setahuku, kalo kayaknya baik-baik saja, itu malah demam berdarah dari jenis yang berbahaya.

dia bilang, rencananya akan dirawat di rumah sakit selama 3 hari.
"kalo lebih dari tiga hari, ntar gue dateng kesana"
I mean it.

di hari kedua, ketahuan kalau ternyata yang menyerangnya bukan DBD, tapi dicurigai keracunan obat atau terserang satu virus yang belum ketahuan apa pastinya. waktu itu, dokternya bilang kalo Ari kemungkinan harus di-isolasi.
hihihi, ini kayak penjahat kambuhan yang berbahaya kalo dijadikan satu dengan narapidana yang lainnya di penjara. hihihi. seberbahaya itu ternyata si Ari.

hari ketiga, ketahuan nama virusnya Exanthem. keren ya?
ini masih segolongan sama penyakit-penyakit semacam campak dan cacar air. sama-sama disebabkan virus, dan sama-sama bikin bintik-bintik di kulit. apa mungkin Lindsay Lohan juga punya virus ini ya?
*masih terganggu sama hasil foto-fotonya pura-pura jadi Marilyn Monroe*

cuma, penjelasannya di wiki kok malah begini;
An exanthem is a widespread rash, usually of viral origin, and usually occurring in children. children? Ari? padahal dia lebih tuwa daripada aku.

penjelasan tambahannya, emang ada jenis virus yang menyerang trombosit, hal itu menjelaskan kenapa kadarnya sempat turun, sehingga dicurigai DBD. tapi mungkin juga ini karena reaksi yang berlebihan terhadap obat, terutama antibiotik.
makanya, Ri... jangan suka beli obat di wharung. it's not good buat kesehatan kamyu.

welcome home, yaaa...

Monday, February 18, 2008

tentang cinta. dan the cardigans



udah berhari-hari niat untuk nulis tentang lagu ini sejak Wesly ngasih 46 lagu dari album The Best of Cardigans. aku suka band ini. musiknya menyejukkan hati, enak dipake buat goyang-goyang kaki sembari beresin kerjaan yang nggak ada habisnya. gimana mo abis, lha wong kerjaan semuanya ditumpuk terus ditunda. nggak dikerjain. emang siapa yang mo disuruh beresin? hihihi...

suatu siang aku loop lagu For What It's Worth berkali-kali. pertamanya cuma didengerin, lalu ikutan nyanyi, lama-lama hapal liriknya juga. menikmati melodinya yang riang, tampak menarik dinyanyikan pada saat pool party sore-sore, dengan minuman segar dan air yang bercipratan dimana-mana. bagaimanapun juga, ini lagu cinta. dan ini lagu cinta yang bahagia.

tapi kalo didengerin lagi baik-baik, ada yang berbeda dari caranya The Cardigans menyatakan cintanya. normalnya kalo ngomongin cinta kan ya pake kata-kata indah... yang dengan mengucapkannya tanpa nada aja udah terasa indahnya. kadang terlalu manis, sampai dari kata-kata itu bisa mengalir air perasan tebu, atau nira. bisa langsung dijadikan gula kelapa, atau dijadikan tuak dan bikin yang meminumnya mabuk. mabuk cinta.

kata The Cardigans, l.o.v.e adalah the four letter word-the dirtiest word that you could ever said. dan untuk bilang cinta, yang benar-benar cinta, itu kayaknya nggak banget deh.

The four letter word got stuck in my head
The dirtiest word that I've ever said
It's making me feel alright.

For what it's worth I love you
And what is worse I really do
Oh what is worse I'm gonna run run run
'Till the sweetness gets to you
And what is worse I love you!

cara mikirnya mungkin rada mirip dengan lirik lagu Something Stupid.
And then I go and spoil it all
By saying something stupid
Like I love you

para pecinta boys band yang alirannya memang menye-menye, silakan aja protes dan punya pendapat lain. tapi menyatakan cinta dan bilang I love you itu kayaknya sesuatu yang mestinya sangat dihindari, karena bikin suasana jadi nggak seru lagi. yang fun, yang lucu, yang bikin hepi, semuanya hilang karena pernyataan ini.

hmm...
apakah menyatakan cinta berarti kelemahan? semacam penyerahan diri dalam suatu ikatan yang suffocating, yang bikin nggak bisa bernapas dan membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri? kehilangan kebebasan dan kuasa atas ke-aku-an, yang lalu harus dibagi bersama dengan orang lain?
apakah berkomitmen terdengar begitu menyeramkan?

duka yang menyusun sendiri petualangannya

  rasa kehilangan seorang penonton pada aktor yang dia tonton sepanjang yang bisa dia ingat, adalah kehilangan yang senyap. ia tak bisa meng...