Sunday, June 08, 2008

Hari Nasi Kuning


sehari setelah Sarasawati, hari yang dipersembahkan untuk Dewi Ilmu Pengetahuan, seluruh Bali punya satu hari yang namanya Banyu Pinaruh. aku sebenernya nggak begitu ngerti hari ini gunanya buat apa. satu-satunya hal yang membuat aku ingat adalah karena pada hari itu, semua orang bikin nasi kuning. jadi pastilah ini hari yang istimewa!

percaya atau nggak, nasi kuning ini masakan yang dikenal di banyak negara. kalau boleh dibilang, selain gorengan dan bakar-bakaran, nasi kuning juga merupakan menu yang lazim di berbagai benua. soalnya selain di Asia Tenggara (Malaysia dan Singapore kan menunya memang mirip-mirip kita, tapi di Thailand nasi kuning juga ada), ada juga nasi kuning dari India (yang pastinya dimakan sama kari kental berbumbu menyesakkan tenggorokan), Spanyol dan Afrika Selatan. di negara yang terakhir ini, barangkali nasi kuningnya dimakan bareng sama sate daging jerapah, empal zebra, atau rendang cheetah.
jadi laper nggak?

aku inget dulu, jauh sebelum ada option cake ato taart, setiap kali ada hari yang spesial, Mama selalu bikin nasi kuning. jadi memang nasi kuning itu identik dengan hari-hari khusus. mulai dari ulang tahun, trus hari lahir...yang ini hari lahir menurut versi penanggalan Jawa, bukan hari berdasarkan kalender Gregorian. jadi hari lahirku tuh Minggu Kliwon, misalnya gitu. nasi kuning juga dibuat waktu naik kelas dan nilainya bagus, waktu Lebaran dan waktu hari 17 Agustus, karena biasanya ada lomba tumpeng di komplek rumahku.

berdasarkan hafalan masa kecil, lauk-pauk yang menyertai nasi kuning adalah sebagai berikut:
pertama, harus selalu ada telur dadar, yang diiris tipis-tipis menyerupai fetuccini. berikutnya adalah abon! lalu ada pula empal goreng, lapis, atau ungkep daging sapi yang dikasih serundeng. perkedel kentang yang bulat agak pipih, potongan timun dan tomat, sambal terasi atau sambal bajak, sambel goreng kentang dan hati, bisa hati sapi bisa juga hati ayam, biasanya dikasih petai. setelah itu ada kering tempe dan kacang. belakangan, ada juga ayam goreng atau ayam bakar yang menyertai nasi kuning.
*nah, kalo ini asli mendadak ngiler*

nah, kalau di Bali, rasa nasi kuningnya sama. yang agak beda lauk pauknya. telur dadar itu tadi tetep ada. mungkin emang kesepakatan di seluruh Nusantara nasi kuning harus ada telur dadar tipis itu ya? selain itu ada Ayam Mesisit yaitu masakan suwiran ayam yang terus digoreng kering dengan dicampur bumbu-bumbu. potongan timun dan atau tomatnya tetap. sambelnya sih sambel terasi. tapi yang khas, ada kacang kedelai goreng, dengan serundeng yang jauh lebih kering daripada yang ada di Jawa. penyebabnya, kalau di Jawa kelapa yang dipakai adalah kelapa yang cenderung muda, yang masih agak berair dan berdaging empuk, sementara kalau di Bali, yang dipakai adalah kelapa tua yang mulai kering dan berumur.

dan hari ini, semua orang di kantorku boleh makan nasi kuning sepuas-puasnya. nyam!

No comments:

duka yang menyusun sendiri petualangannya

  rasa kehilangan seorang penonton pada aktor yang dia tonton sepanjang yang bisa dia ingat, adalah kehilangan yang senyap. ia tak bisa meng...