alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateThursday, February 04, 2010   Comment

berikut ini adalah ceritaku untuk mereka yang belum nonton Casiopea vs. The Square: Live dikarenakan DVD-nya memang susah dicari banget, dan kalau memaksa mendownload dari internet, besar filenya bikin terjengkang: 16 GB. judul di atas tentu saja karena aku yang pemula:)



Ada sekelompok orang Jepang yang suka main musik jazz. Dan tampaknya mereka sangat jago. Mereka juga orang-orang yang berbahagia. Sepanjang pertunjukan, senyum senantiasa mengembang di wajah mereka.
Karena ini dua band yang main bareng, tentu lagu-lagunya nggak hanya dari satu band aja. Kadang main lagunya The square, kadang main lagunya Casiopea. Karena aku nonton sama Mahén, dia yang kasih tau
"Ini lagu casiopea" atau
"Ini lagunya the square"

Aku sempat tanya
"Sebenernya nama band-nya T-Square apa The Square, sih?"
"Mula-mula namanya The Square, lalu ganti nama jadi T-Square, lalu abis itu balik lagi jadi The Square"
Yah, walopun ganti namanya sebenernya gak terlalu kreatif dan balik kesitu-situ lagi, gak nyeleneh kayak Prince misalnya, yang sempat ganti nama ke nama yang nggak bisa dilafalkan sehingga dia disebut the artist formerly known as Prince, tapi lagu-lagu yang dimainkan band ini terasa ceria, renyah, dan bikin kita pengen goyang-goyang sambil lompat-lompat. Kalo makanan, ibaratnya ini Bouillabaise. sup ikan a la Perancis yang rasanya ringan dan bikin lidah maupun perut terasa nyaman. Seolah-olah bikinnya gampang. Padahal rumit!

Salah satu pemain drumnya, yang kata Mahén bernama Akira Jimbo, tampak awet muda. Baik cari caranya berpakaian maupun dari penampilan wajahnya. Ada apa ya, dengan drummer?
Ingat 'kan, Betapa Larry Mullen Jr. juga tampak sekitar 30-an aja umurnya, sementara Bono menjelma semakin oom-oom.

Yang aku komentari juga adalah pemain piano-nya. Nggak kebayang dengan wajah serius yang cuma cocok dipasang di resital musik klasik begitu, dia sebenernya nggak hanya membaca partitur berlembar-lembar di hadapannya, tapi juga sambil improvisasi. Oh, tunggu dulu sebentar, kenapa dari tadi dia hanya memainkan tuts hitam dan jarang-jarang menyentuh tuts putih di pianonya?
Hmmmm...

Aku suka sama ekspresi wajah pemain gitar yang rambutnya udah putih semua tapi masih tampak enerjik itu. Iya, para pemain band ini tampak enerjik mungkin juga karena kostumnya yang mencolok mata dan kadang-kadang agak sulit ditentukan, apakah itu kostum joging subuh-subuh di lapangan ato kostum konser. Apalagi gayanya saat main gitar hentak-hentak kaki seperti gerakan senam pagi indonesia seri jaman waktu aku SD dulu.
Tampaknya gaya itu cukup populer di kalangan penggemar Casiopea dan The Square. Soalnya, seisi ruangan konser (kayaknya seisi ruangan) ikut hentak-hentak kaki dan sesekali mengepalkan tangan di udara. Mungkin dulu sebelum sukses jadi pemain gitar, orang ini sering demo di jalan juga.

Ohiya, aku hampir lupa bilang kalo si peniup saxophone di band ini lebih mirip guru olahraga daripada musisi. Abis penampilannya sporty. Kalau dia pake ikat kepala, dia udah bisa mendampingi Gadis Marathon.

Salah satu lagu yang aku ingat dimainkan adalah Asayake.
Lagu yang pernah dimainkan Pak Bos bersama band-nya di sekolah. yang (katanya) bikin Bu Bos jadi balik naksir ke Pak Bos juga. hihihi.

udah, ah. capek ngetiknya.
aku kasih aja bonus collage foto-foto dari website-nya Casiopea, yak?!



DateSaturday, January 30, 2010   Comment




salah satu topik favorit Mahén kalo lagi ngumpul dan cerita-cerita adalah tulisan dan gambar di belakang bak truk (dan kadang-kadang mobil boks). kalo aku perhatikan, di jalan-jalan antar-kota, sering banget keliatan truk dengan berbagai macam gambar dan tulisan. biasanya serba ajaib!

di Bali, yang patut diceritakan justru truk pengangkut sampah, karena dicat kuning, lalu digambari dengan luar biasa cantik. udah kayak lukisan bunga-bunga di taman aja itu truk. ada gambar kembang sepatu, alamanda, mawar, melati, kamboja, lengkap dedaunan dan sulur-sulurannya.

kemaren dulu waktu aku dalam perjalanan dari Pacitan ke Jogja, sepanjang jalan sempat juga menemui truk-truk berbagai macam tulisan dan warna di pasar hewan di daerah Pracimantoro. aku senyum-senyum sendiri baca tulisan yang terpampang di situ.

mulai dari: Gemblung ora Kenthir (bodoh [tapi] tidak gila), Bukan Sopir Suka Selingkuh, Rilex, Coy! sampai Brewox Macho, semua tertulis dalam bak-bak truk itu.

dipikir-pikir, dari mana ya, para copywriter tulisan di bak truk bisa dapat ide untuk kalimat-kalimat cemerlang yang mencengangkan ini? abisnya, tulisan mereka selalu beda, lain dari yang lain dan tak jarang memulai tren baru. setidaknya buat beberapa orang yang memperhatikan. suatu saat di jalanan Surabaya, aku lihat satu mobil boks perusahaan transportasi yang tulisannya: Maju Tak Gentar. Jauh Dekat Tetap Diantar. siapa yang bisa lupa sama kalimat kayak gitu coba?

dalam salah satu percakapan di Kampung Gajah, sempat timbul kesimpulan penting yang dicetuskan Ivo: pasti ada sesuatu antara tukang lukis bak truk dengan Rambo.

hihihi.
abisnya kalo diperhatikan, banyak sekali gambar Rambo berseliweran di belakang bak truk. model gambar kayak yang aku pasang (hasil ngembat dari emailnya Vicong) dalam postingan ini pasti gak asing lagi toh?
tapi apa ada diantara kalian yang --seperti Vicong-- pernah ngeliat bak truk yang tulisannya: Maafkan Rambo Mama.
benar-benar kalimat yang bisa bikin orang terpental.

selain Rambo, yang juga populer adalah Iwan Fals, Cobra Stallone, Rhoma Irama dan gambar perempuan berbaju pink yang wajah dan body sekedarnya, tapi payudaranya pasti menonjol atau kadang meluber kemana-mana karena belahan dada yang rendah.

topik lain yang sering muncul dalam tulisan di bak truk adalah soal keselamatan mengemudi. misalnya: Putus Cinta Itu Biasa. Putus Rem Matilah Kita.
atau topik-topik seputar percintaan, kadang-kadang agak menjurus, atau bisa dianggap membelok ke arah sana, misalnya: Papah Pulang, Mamah Basah. nggak jelas juga yang basah apaan. lalu ada juga: Lupa Namanya, Ingat Rasanya. New Will She Late (yang ini aku nggak perlu menjelaskan), atau hal-hal yang berhubungan dengan janda, seperti: Kutunggu Jandamu, yang jadi ngetop sejak bertahun-tahun lalu, atau Rayuan Maut Janda Muda (entah mana yang duluan antara bak truk atau filmnya)

kalau ada kalimat-kalimat lain yang lebih oke, boleh lho dibagi-bagi di mari!
sekalian kalo ada yang tau tukang nulis dan ngelukis di bak truk, barangkali bisa dibagi nomor kontaknya. ada isi dua milis di sebelah yang pengen kenalan.
:D