alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateSaturday, August 30, 2008   Comment

alkisah, setelah sekian tahun baru berlalu, dua sejoli ini akhirnya datang juga ke Bali, dalam sebuah acara wisata berdua yang katanya 'secon honeymoon'. karena sebelum datangnya udah heboh dulu, jadilah aku setuju mengantar mereka jalan-jalan keliling Ubud. untung aku masih boleh ikut foto-foto. makanya nggak terlalu terasa jadi obat nyamuk.



keliatan nggak kalo sebenarnya aku sama Tub kayak janjian pake baju yang warnanya sama, supaya Blub bisa jadi 'wanita lain' ditengah-tengah kami berdua?

berhubung hari itu adalah sehari sebelum Galungan, maka nasi ayam kedewatan tutup, dan aku nggak jadi bisa ngajakin mereka makan disana. we ended up eating at Nuri's. lalu setelah itu foto-foto di sekitar Pura Gunung Lebah, terus sempat juga nyari lulur Sekar Jagat, dan ke Kakiang makan mango tart.

yang ini, foto di area dekat Pura Gunung Lebah. tentu, aku sebenarnya lebih tertarik sama sungai dan rimbunan tanamannya, daripada sama dua orang yang jadi foreground ini. herannya, kameraku lebih suka kalo fokusnya jatuh di hidung Blub. jadi ya, apa boleh buat.



nah, waktu aku nganterin mereka ke Monkey Forest, suasana mendadak jadi seru. beberapa monyet mendekati kami. dua diantaranya jalan ke arahku. yang satu memeluk kaki kananku... berusaha memanjat kakiku. sementara yang satunya lagi, yang agak lebih gede, peluk-peluk betis kanan.

"hmmm... kenapa sayang? cari mama? itu tuh... mama yang pake baju kuning dan berkacamata"
bad joke. karena si monyet di kaki kanan tiba-tiba menggigitku. terasa perih dan sakitnya kayak abis teriris pisau.

aku lantas mendatangi penjaga dan mengatakan kalau aku digigit monyet asuhannya. dengan ketenangan yang luar biasa, si penjaga memintaku menunjukkan bekas gigitan monyet itu, dan lantas berkomentar "oh... itu nggak papa. kalo berdarah, baru dikasih antiseptik"

karena dia kalem-kalem aja, aku juga jadi ikutan tenang kan, ya. biar bagaimanapun, kan si penjaga itu lebih berpengalaman. termasuk dalam soal gigitan monyet.

tapi dokter yang memeriksaku keesokan harinya, sama sekali nggak setuju. dia menjelaskan panjang lebar bagaimana gigi binatang itu seperti kebun binatang, tempat segala kuman dan bakteri merajalela. dia juga menjelaskan kemungkinan tetanus dan rabies. aku langsung diem. dan tetep diem lama sampe disuruh pulang setelah luka gigitan itu dibersihkan. di Monkey Forest nggak pernah ada kasus rabies, katanya.

sudah 11 hari berlalu sejak gigitan itu terjadi. bekasnya di betisku sudah hilang. awalnya, aku pikir aku akan jadi mutan, supermonkey atau wonder primata. ternyata sampai hari ini aku masih belum mengalami pertambahan populasi bulu yang terlebihan. aku cuma sering ngerasa pengen memanjat pohon kelapa.
tapi aku masih harus bersabar dan melihat apa yang akan terjadi 17 hari dari sekarang.

we wouldn't know before 28 days after.

DateMonday, August 11, 2008   Comment


pagi-pagi, sesampai di kantor terima pesan yang isinya permintaan untuk mencarikan alamat seorang seniman bernama Alit Sembodo lalu mengirimnya ke klien melalui email.

merasa nggak punya data tentang seniman ini di database, aku lantas menghubungi Mikke Susanto, kamus berjalan pertama yang bisa ditanya-tanyai tentang seniman. karena sebagian besar seniman Indonesia kan sekolahnya di ISI Jogja. lalu Mas Mikke ini tinggal di Jogja, dulu kuliah di ISI dan sekarang ngajar di sekolah seni itu juga.

begitu mendengar pertanyaanku, Mas Mikke langsung bertanya balik
"kamu mau telepon dia?"
"iyah. aku mau telepon terus mau minta alamat studionya"
"kalo gitu, kamu harus menelepon alam baka" gubrak!
"eh, udah meninggal gitu, Mas?" aku bertanya balik dengan nada kaget
"iya, tahun berapa ya, aku udah (ngajar) di ISI kok. kalo nggak salah tahun 2003. udah berapa tahun itu?"
"uhm, 5 tahun ya...sekarang kan 2008." lalu diam sesaat. dan terus aku bicara lagi.

"Mas, kalo aku bisa telepon dia, berarti aku canggih ya?" kataku sambil cekikikan
"oh, iya! kamu kalo bisa telepon dia, bisa telepon Affandi juga"
"iyah, nanti aku bisa tanya ke Affandi 'apa kabar, Oom!' gitu ya?" aku pun makin ngawur.

setelah menutup telepon, aku masih kepikiran sama seniman ini. dan ternyata aku menemukan salah satu karyanya yang akan dilelang di Singapura tanggal 16 besok, tepat sehari sebelum ulang tahun Republik Indonesia. karyanya bagus, dan aku pasang bersama tulisan ini. sayang, seniman dengan karya sebagus ini harus pergi di usia yang masih sangat muda.

uhm, beneran belum ada provider telepon genggam yang punya BTS di daerah kekuasaan Hades, ya?

DateFriday, August 08, 2008   Comment

wajah pucat. mata melebar. sedikit garis hitam dibawah mata yang terasa pedas sepanjang hari. kadang-kadang terasa kalau wajah ini memanas. panas seperti kalau baru saja bertemu dengan kekasih yang lama tak dijumpai. sayangnya ini bukan karena pipi merona.
juga bukan karena debar-debar tak karuan di dada.

jadual tidurku benar-benar kacau minggu ini.

tidur jam 4.30, jam 3, jam 01.30 itu kayaknya yang paling awal dan paling cepat.
tapi bangunnya paling siang tetap jam 7 lewat.
jadi selama seminggu ini, saran yang paling sering aku dengar adalah "tidur, jeng"

dan yang paling ekstrem adalah "kamu harus tidur 72 jam terus menerus"

ternyata sleep deprivation alias kurang tidur yang bisa jadi berkepanjangan ini banyak sekali akibatnya. wikipedia mencatat nggak kurang dari 33 dampak buruk kekurangan tidur. belum termasuk akibatnya pada otak, pada pertumbuhan, gangguan kemampuan, pengaruh pada proses penyembuhan dan kegemukan.

aku menemukan nystagmus sebagai salah satu tanda kurang tidur. dan barangkali ini bisa jadi sebuah sinyal palsu yang keluarnya nggak sengaja, seolah main mata pada cowok ganteng di sekitar kita. ahaha, kita... padahal yang kurang tidur aku.

herannya, kurang tidur juga dianggap sebagai salah satu penyebab peningkatan hasrat untuk melakukan aktivitas seksual. uhm... kayaknya setiap pagi begitu bangun yang terpikir adalah kopi. kopi. kopi. tapi aku mungkin harus meneliti akibat ini lebih lanjut. hihihi...

dan emang serem juga sih. karena kurang tidur ini bisa juga menyebabkan buta warna! entah dimana kaitan antar keduanya. barangkali kemudian bagian-bagian dalam mata jadi terlalu lelah, sehingga kerjanya jadi asal-asalan. lantas warna yang mirip dianggap sama gitu aja.

OK, aku nggak ngeyel lagi. aku akan tidur lebih cepat malam ini.

Shoutbox



Instagram