alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateWednesday, November 11, 2009   Comment

dua tiga hari ini, aku makin gencar browsing-browsing berita soal ricuh skandal KPK + Tim 8 + MK vs. Polri + Kejaksaan + DPR, yang awalnya lumayan jelas, lalu makin lama makin nggak karuan dan sekarang semakin kabur kanginan, campur aduk nggak jelas. udah capek nonton TV, gemas karena kok seolah-olah orang-orang yang ngomong di dalamnya, pada nggak sadar kalo mereka nggak sepintar itu, dan banyak orang udah nggak percaya sama kebohongan mereka. 

seperti film-film drama thriller konspirasi, jalan cerita makin rumit dan berbelit-belit.
tapi diantara semua keruwetan ini, ada satu hal yang aku amati. presidenku, sepertinya anteng dan kalem sekali, nggak kasih pernyataan, nggak mengambil tindakan, nggak menunjukkan dimana sebenarnya dia berpijak, dan apa yang dia pegang. ketika orang-orang di bawahnya menunjukkan tipu muslihat, keserakahan, kebodohan dan perilaku yang nggak tahu malu... presidenku, yang aku pilih waktu pemilu, mendadak jadi mute. is it also selective mute disorder? seperti yang terjadi pada Raj?

aku menagih pernyataan selama kampanye yang menyebut dia sebagai tokoh yang tegas, taktis dan cermat. aku menagih buktinya.
tunjukkan padaku, SBY. 
"be a man! do the right thing!"

PS.
judul post ini diambil dari hash tag buatan treespotter.
quote milik Russell Peters.


DateTuesday, November 10, 2009   Comment


sejak akhir tahun lalu, aku makin sering melihat gaun-gaun semacam ini berseliweran di jalan-jalan. sebetulnya kalau diingat baik-baik, tahun 2007-an juga udah ada sih yang pakai maxi-dress macam ini, tapi tentu saja saat itu, hanya segelintir ultra-ultra chic aja yang memakainya. seiring berjalannya waktu, wabah yang penyebarannya disulut oleh, diantaranya, Diane von Furstenberg ini, semakin menyebar.

tapi memang, saat satu model baju sudah mulai keliatan menyebar luas dan semakin banyak yang pakai, tiba-tiba bentuknya jadi makin aneh, dan makin nggak pantas pakai. sepertinya memang ada semacam konspirasi, bahwa bentuk pakaian yang bagus, enak dilihat dan bikin semua yang lihat mengiri menganan, hanya disediakan buat the certain beautiful people who sway and steer the world under their gaze.

lalu tiba-tiba, muncul maxi dress berwarna ungu tua dengan motif belang macan warna hitam. atau warna merah ngejreng dengan motif belah ketupat besar-besar dalam berbagai warna, kuning, hijau, biru, ungu, oranye, kombinasi yang begitu mencengangkan dan tak terbayangkan bisa tercipta.

dan kalau gaun-gaun yang menyilaukan mata semacam ini aku temui di acara resital piano anak-anak, aku hanya bisa mengasihani anak itu, bukan salahnya sehingga ia harus berada di tengah-tengah kecelakaan mode semacam ini.


sebetulnya, pilihan maxidress yang sangat beragam baik bahan maupun motif membuatnya bisa dipakai oleh nyaris semua bentuk tubuh. bisa menutupi bagian bawah badan yang terlalu besar, menyamarkan perut yang tidak rata, dan memberi volume pada tubuh yang terlalu kurus. tapi jenis gaun ini memang sebaiknya tidak dipakai oleh mereka yang bertubuh pendek, karena bisa membuat pemakainya jadi seperti tenggelam.

dan karena ini gaun musim panas, paling cocok dipadukan dengan sendal yang tipis dan terbuka tanpa hak, atau sepatu wedges untuk acara malam yang lebih formal.

Shoutbox



Instagram