alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateWednesday, June 18, 2008   Comment

pernah nggak sih, mengalami saat-saat seperti gerakan lambat? waktu semuanya seperti jelas akan jadi apa, dan selama beberapa saat, kamu berusaha meraih dan menyelamatkan segalanya, meskipun di kesadaran bagian bawah kepalamu, kamu tau kalau sesuatu yang buruk akan terjadi? dan nggak bisa dihindari?

tadi pagi, aku pergi sama adikku ke supermarket. jam 8 pagi. kami sepertinya adalah salah satu konsumen pertama yang seperti biasanya, akan mendapatkan senyum ekstra dari wajah-wajah bertata rias segar milik para pelayan supermarket yang baru masuk kerja.

ini belain pagi-pagi buta udah kesini karena nggak punya air minum sama sekali. jadilah beli aqua galon. yang diangkat dengan agak sempoyongan menuju motor, dan sebaliknya dari motor ke rumah.

adikku bilang, dia nggak bisa masang galon itu di dispenser sendirian.
aku bilang, aku biasa melakukannya, jadi biar aku aja. jangan dibantu, karena malah bikin aku bingung, kebanyakan tangan.

tapi pagi ini, gerakanku jadi kurang mantap gara-gara tangan ini abis pegang-pegang olive oil. masih rada licin gimana, tampaknya. lalu si galon juga terasa kurang stabil. sampai aku hampir menggulingkan dispensernya. dan terhenyak oleh beban aqua galon, yang tiba-tiba meleset di tanganku.

lalu seperti adegan lambat, aku bisa melihat galon itu terlepas, airnya membuncah seperti ombak memecah di permukaan papan selancar. sayang nggak ada Pamela Anderson lari-lari dalam bikini merah.

dan ketika pantatnya membentur lantai dengan sempurna, galon itu nyaris terbelah. gelombang air, yang tadinya bisa diminum itu, melanda lantai. keluar dari pintu kamar, memercik pada berbagai benda yang ada di kamar kosku yang berukuran sekitar 12 meter persegi itu.

versi adegan lambatnya masih bisa kuputar di kepalaku sampai sekarang.

DateTuesday, June 17, 2008   Comment

teriakan NO! yang melolong dan panjang dan paling terkenal barangkali adalah milik the Darth Vader di akhir cerita Star Wars.

dua hari yang lalu, aku menyaksikan versi lain teriakan itu, dalam suasana yang sama tragis dan menyedihkannya. teriakan Angelina Jolie yang berperan sebagai Mariane Pearl dalam film A Mighty Heart. ketika mendapat kabar bahwa suaminya meninggal setelah dipenggal oleh para penculiknya. akting Jolie dalam film itu memang bagus banget. walaupun masih tetap sensual dan cantik, tapi dia sama sekali tidak membuat tokoh Mariane Pearl jadi seseorang yang glamor, atau standing out melebihi tokoh-tokoh yang lainnya.

kesan yang ditimbulkan dari caranya memerankan Mariane adalah, tokoh ini cerdas dan tegar. sangat bisa menguasai dirinya sendiri, dan nggak jadi drama queen walopun situasi sangat memungkinkan dia jadi begitu. bayangkan... hamil, suaminya diculik, dan hidup tanpa kepastian mengusahakan kembalinya sang suami dalam keadaan hidup. tapi toh semuanya nggak membuat Mariane jadi uring-uringan, nggak rasional, atau bahkan nangis-nangis nggak jelas. dia mengikuti semua proses pencarian suaminya dengan tenang.

aku seneng banget sama caranya memarahi pewawancara yang menanyakan tentang apakah dia sudah melihat video pemenggalan kepala suaminya.
"don't you have decency?"
"how can you asked me a question like that?"

waktu aku sampai di adegan yang menyatakan suami Mariane meninggal, aku teringat pada artikel tentang mesatya yang baru saja selesai aku terjemahkan.

sampai awal abad ke-20, ada satu ritual yang biasanya dilakukan oleh istri raja yang suaminya meninggal. saat suaminya akan diperabukan, sang istri menunjukkan tanda kesetiaannya dengan cara mengorbankan diri. biasanya dengan terjun ke dalam api atau ditusuk dengan keris sampai meninggal. atau gabungan dari keduanya. setelah ditusuk kemudian terjun ke dalam api.

sampai paragraf ke-5 dari essay sepanjang 23 halaman itu, aku masih merasa sangat sebal dan menganggap ide self-sacrifice itu bodoh sekali. lalu memasuki halaman 5, waktu satu demi satu dituliskan penjelasan secara filosofis apa yang dimaksud dengan mesatya, bagaimana kedudukan satya itu dan seterusnya, aku jadi mulai bisa mengerti, kenapa ada orang-orang yang menganggap ini sebagai an ultimate action in life. the highest achievement you can get.

memang tidak dijelaskan apa yang terjadi pada perempuan yang tidak melakukan pengorbanan diri waktu suaminya meninggal. apakah mereka akan kehilangan status sebagai istri raja? apakah mereka dibuang dan diasingkan? hal-hal ini memang bukan tidak mungkin akan terjadi mengingat situasi pada masa itu. tidak diterangkan juga apakah suami akan melakukan hal yang sama seandainya istrinya yang meninggal duluan.

kalo yang ini sih kayaknya cenderung si suami segera menikah lagi. gimana ya, punya istri lebih dari satu aja dianggap umum, kok. kata Mahén "yang mau meneruskan memerintah kerajaan siapa kalau rajanya mati juga ngikutin istrinya?"

dan waktu aku udah sampai di halaman 20, setelah membaca kisah-kisah pengorbanan diri dan ilustrasi peristiwa mesatya yang dilakukan oleh tiga (TIGA!) istri Raja Gianyar, aku agak-agak bisa melihat sisi romantisnya tradisi ini. sang istri tidak sanggup meneruskan hidup karena sangat mencintai suami yang semasa hidupnya sangat mencintai tiga istrinya. bahwa ini adalah keinginan untuk bersama sehidup dan semati. di dunia fana maupun di alam baka.

tapi yang lebih bikin aku tercengang, tradisi ini datangnya bukan dari kitab suci, atau ajaran para pendeta. tapi justru dari karya sastra. para pendeta malah bertugas memberi penjelasan filosofi dan mempersiapkan para istri sebelum mengorbankan diri. nah, kan! seniman itu memang ditakdirkan menguasai dunia.

dari kakawin (kitab) Bharatayudha dan Sutasoma serta Bomantaka-lah tradisi ini berasal. para raja kemudian menghidupkannya, sebagai bagian dari kultus kekuasaan. menambahkan kharisma pada masa kepemimpinan raja itu, agar jadi buah bibir dan kenangan sepanjang zaman.

aku lega Mariane Pearl memilih menulis memoar. dan kemudian membuat film.

DateSunday, June 08, 2008   Comment


sehari setelah Sarasawati, hari yang dipersembahkan untuk Dewi Ilmu Pengetahuan, seluruh Bali punya satu hari yang namanya Banyu Pinaruh. aku sebenernya nggak begitu ngerti hari ini gunanya buat apa. satu-satunya hal yang membuat aku ingat adalah karena pada hari itu, semua orang bikin nasi kuning. jadi pastilah ini hari yang istimewa!

percaya atau nggak, nasi kuning ini masakan yang dikenal di banyak negara. kalau boleh dibilang, selain gorengan dan bakar-bakaran, nasi kuning juga merupakan menu yang lazim di berbagai benua. soalnya selain di Asia Tenggara (Malaysia dan Singapore kan menunya memang mirip-mirip kita, tapi di Thailand nasi kuning juga ada), ada juga nasi kuning dari India (yang pastinya dimakan sama kari kental berbumbu menyesakkan tenggorokan), Spanyol dan Afrika Selatan. di negara yang terakhir ini, barangkali nasi kuningnya dimakan bareng sama sate daging jerapah, empal zebra, atau rendang cheetah.
jadi laper nggak?

aku inget dulu, jauh sebelum ada option cake ato taart, setiap kali ada hari yang spesial, Mama selalu bikin nasi kuning. jadi memang nasi kuning itu identik dengan hari-hari khusus. mulai dari ulang tahun, trus hari lahir...yang ini hari lahir menurut versi penanggalan Jawa, bukan hari berdasarkan kalender Gregorian. jadi hari lahirku tuh Minggu Kliwon, misalnya gitu. nasi kuning juga dibuat waktu naik kelas dan nilainya bagus, waktu Lebaran dan waktu hari 17 Agustus, karena biasanya ada lomba tumpeng di komplek rumahku.

berdasarkan hafalan masa kecil, lauk-pauk yang menyertai nasi kuning adalah sebagai berikut:
pertama, harus selalu ada telur dadar, yang diiris tipis-tipis menyerupai fetuccini. berikutnya adalah abon! lalu ada pula empal goreng, lapis, atau ungkep daging sapi yang dikasih serundeng. perkedel kentang yang bulat agak pipih, potongan timun dan tomat, sambal terasi atau sambal bajak, sambel goreng kentang dan hati, bisa hati sapi bisa juga hati ayam, biasanya dikasih petai. setelah itu ada kering tempe dan kacang. belakangan, ada juga ayam goreng atau ayam bakar yang menyertai nasi kuning.
*nah, kalo ini asli mendadak ngiler*

nah, kalau di Bali, rasa nasi kuningnya sama. yang agak beda lauk pauknya. telur dadar itu tadi tetep ada. mungkin emang kesepakatan di seluruh Nusantara nasi kuning harus ada telur dadar tipis itu ya? selain itu ada Ayam Mesisit yaitu masakan suwiran ayam yang terus digoreng kering dengan dicampur bumbu-bumbu. potongan timun dan atau tomatnya tetap. sambelnya sih sambel terasi. tapi yang khas, ada kacang kedelai goreng, dengan serundeng yang jauh lebih kering daripada yang ada di Jawa. penyebabnya, kalau di Jawa kelapa yang dipakai adalah kelapa yang cenderung muda, yang masih agak berair dan berdaging empuk, sementara kalau di Bali, yang dipakai adalah kelapa tua yang mulai kering dan berumur.

dan hari ini, semua orang di kantorku boleh makan nasi kuning sepuas-puasnya. nyam!

Shoutbox



Instagram