alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateFriday, March 16, 2007   Comment

Scott Rasmussen adalah seorang lelaki yang tampan.
Dengan lengan yang kekar dan bahu yang lebar, satu-satunya hal yang bisa dipikirkan perempuan saat melihatnya adalah betapa nyaman bisa merebahkan kepala di dadanya yang bidang. Tingginya lebih dari 180 cm, rambutnya ikal berwarna cokelat tua dan matanya ramah. Senyumnya melelehkan keju beku yang hendak dioleskan pada croissant hangat yang baru dikeluarkan dari microwave. Geraknya hati-hati. Dengan tubuh sekekar itu, caranya berjalan lebih seperti hembusan angin sejuk yang meniup lembut daun kering yang siap luruh. Ia selalu berjalan tanpa suara. Bahkan ketika mengenakan sepatu boot kulit.

Pekerjaannya menggabungkan kekuatan dan keindahan. Sebagai perancang perhiasan, hidupnya dikelilingi batu-batu mulia yang harus dipotong, ditatah, lalu diikat dengan logam. Dari tangannya yang berotot lahir karya-karya dengan citarasa tinggi yang memancarkan pesona alami perancangnya. Ia bicara dalam nada-nada rendah, penuh senyum. Setiap kali ia sampai pada hal-hal yang menarik perhatian dan menyentuh perasaannya, tatapannya meredup, lalu ia akan berbicara dengan lebih lambat. Seakan ingin meresapi setiap kata yang dia ucapkan, menghirup udara yang melayang saat kalimat demi kalimat ia ucapkan.

Ia sangat suka kucing. Ia memungut seekor kucing dan memeliharanya, kucing pertamanya yang bertahan hidup sampai saat ini, setelah lebih dari tujuh tahun menghuni rumahnya yang sunyi di Sayan. Lalu berturut-turut ia memelihara Astro, Kiki, Rani, Rini serta si kembar Lulu dan Cucu. Ketika si anak kucing kembar berkumpul, ia dapat memanggilnya Lucu-lucu.
Sekilas kulihat ada binar dimata Scott ketika menceritakan kucing-kucing peliharaannya. Setiap kali seekor anak kucing hilang karena dilahap ular Phyton yang berkeliaran di hutan dekat rumahnya, Scott selalu bercerita dengan sedih. Tapi ia juga tidak bisa melarang mereka bermain di halaman, karena di sana kucing-kucing itu selalu terlihat lebih bahagia disana. "They think I'm their mother" katanya.

Setiap pagi setelah pukul 8.16, Scott bisa ditemui di Space Colonie, sedang menyantap sarapan paginya yang berupa dua Danish pancake, dua fried eggs sunny side up dengan lelehan maple syrup dan long latte. Menu makan malamnya adalah green avocado salad, sate ayam dan nasi putih. Hidup yang sederhana. Sesederhana pilihannya untuk minum lime juice tanpa gula. Scott menghindari gula seperti ia menghindari heroin. Tapi akhir-akhir ini, dia sedang suka makan permen Mentos rasa Blueberry. Ia akan mengulurkan permennya padaku sambil berkata "Have some Vitamin M"

Diantara kami, ia dijuluki Superman. Kalau kamu menyimak dengan baik, kamu akan tahu kenapa kami memanggilnya begitu. Di dalam phonebook-ku, ia tercatat dengan nama yang membuatnya terbahak; Scotty Doesn't Know.

Beginilah caraku bercerita tentang Scott pada Bunda Endhoot.

Comment

Anonymous endhoot at 7:02 PM, March 16, 2007 said:

*melting*

Anonymous abe poetra at 8:05 PM, March 21, 2007 said:

Kirain lagi nongtong film "EURO TRIP", skoti gag tau!

Anonymous Anonymous at 10:34 PM, March 21, 2007 said:

bagus ceritanya
tes tes

http://bimoseptyop

Anonymous Indrayana Tirtayasa at 5:24 PM, March 23, 2007 said:

Oh, i forgot to add an entry for Scott in my iPhone. *ehehehe*

Anonymous Indrayana Tirtayasa at 3:53 PM, March 30, 2007 said:

Met Ultah Dian!!!

Anonymous Anonymous at 10:34 PM, April 18, 2007 said:

Scottynya nggak keren, ketipu aku.

;D

zz
Ps: Jgn bilang2 ya mbak sapa tau temen2nya ada yg bermata biru baik hatri dan keren dll...
kalo dia tahu aku ngomong dia nggak keren ntar nggak dikenalin.

Anonymous deedhoet at 9:07 AM, May 14, 2007 said:

Kirain yang "Beam me up, Scotty" :P
Btw Scotty doesnt know bout what? That... :D

Post a Comment

Shoutbox



Instagram