Monday, April 13, 2009

menanam sejarah dunia

sejarah dunia kita sebetulnya ditentukan oleh tanaman.

aku sedang pergi ke stand penjual tanaman yang ada di sepanjang jalan Hayam Wuruk tadi siang dengan Naomi waktu pikiran itu datang. setelah memilih tanaman merambat (yang sampai saat aku menulis, aku masih belum tahu kenapa tanaman ini disebut Lee Kwan Yew), teman serumahku itu bilang kalau dia ingin menanam jeruk, tapi kebingungan jeruk apa yang sebaiknya dipilih. kalau menanam jeruk nipis, buahnya sangat berguna, tapi daunnya nggak bisa dipakai bumbu masak. kalau menanam jeruk purut, daunnya bisa jadi bumbu, tapi buahnya minim sekali dipakai.

"kalau ada tanaman jeruk yang buah dan daunnya sama-sama bisa dipakai, nanti nggak adil buat spesies jeruk yang lainnya, mi" kataku sambil memandangi jeruk yang warnanya belang hijau tua dan kuning.

dan bukankah sejarah Cosa Nostra, yang kita kenal sebagai mafia Italia menyebutkan bahwa organisasi rahasia ini mulai berkembang saat menunggangi tumbuh dan majunya perkebunan jeruk di Sisilia? para anggota mafia memulainya dengan meminta uang keamanan pada para pemilik perkebunan, memaksa mereka membayar sejumlah tertentu jika ingin buah-buah berharga itu selamat mulai dari saat ditanam, panen, sampai pengapalan ke luar negeri. uang keamanan lama kelamaan meningkat jadi pemaksaan sistem ijon, monopoli dagang, bahkan pembunuhan dan pengambilalihan perkebunan jeruk dari pemiliknya yang sah.

jauh sebelum minyak ditemukan dan jadi alasan petaka, tanaman juga yang memicu dimulainya kolonialisasi besar-besaran di Asia. adalah tanaman rempah yang jadi hal, penyebab para petualang lautan mengangkat sauh dan pergi ke selatan, agar mendapatkan lebih banyak lada, pala, cengkeh dan sebangsanya. selama ratusan tahun, tanaman ini jadi alasan kekuatan imperialisme tradisional itu memeras keringat ratusan ribu orang nyaris tanpa sepeser pun imbalan.

lalu ada opium. tanaman yang membiayai nyaris semua pemberontakan bersenjata, kelompok separatis dan rejim militer yang tiran di berbagai negara. tanaman ini juga sudah jadi penyebab malapetaka sejak beratus tahun yang lalu. namun peranannya di masa kini dalam berbagai perang saudara, tampaknya masih akan berlangsung lama.

penebangan hutan untuk diambil kayunya, adalah alasan utama penggundulan paru-paru dunia baik di Kalimantan dan Sumatera maupun di Amazon. tanaman-tanaman kayu keras itu tentu terlihat seperti air mancur uang bagi para pemegang hak pengusahaan hutan, cukong-cukong yang menimbun kekayaan dengan menghancurkan keanekaragaman hayati yang paling kaya.

daftar ini bisa memanjang.
aku jadi curiga kalau ini saatnya kita terjun dalam bidang pertanian untuk dapat menguasai dunia.

2 comments:

Anonymous said...

beli lee kwan yewnya beli di mana? saya nyari kok susah ketemunya, mau tanam di rumah soalnya bagus he3

Dian Ina said...

di tempat jual tanaman yang di pinggir jalan itu ada, kok. tapi mungkin nama lokalnya beda-beda:)

duka yang menyusun sendiri petualangannya

  rasa kehilangan seorang penonton pada aktor yang dia tonton sepanjang yang bisa dia ingat, adalah kehilangan yang senyap. ia tak bisa meng...