alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi
desain Jepang hari ini
Friday, January 21, 2011

Galeri Nasional Indonesia tengah menjadi tuan rumah untuk sekitar 100 karya desain yang dipamerkan oleh The Japan Foundation dalam "Japanese Design Today 100". Pameran yang dibuka Selasa malam lalu (18 Januari 2011) tak hanya menampilkan karya desain produk karya desainer Jepang sejak tahun 90-an hingga kini. Beberapa diantaranya bahkan dibuat tak lama setelah Perang Dunia II berakhir.
Berbagai produk yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari mobil (Subaru 360, Prius Hybrid dan Mazda K360) dan kereta api super cepat (shinkansen) hingga pisau dapur (kyocera), penghapus pensil (buatan Kokuyo Co., Ltd.) serta asbak yang praktis dibawa ke mana saja (Abitax 4301 outdoor Ashtray) dapat ditemui dalam pameran ini.
Memasuki ruang pameran dan melihat benda-benda tersebut, kita seperti diingatkan bagaimana karya desainer ini telah membentuk dan jadi bagian dalam hidup kita. Berapa banyak dari kita yang pernah memikirkan bahwa benda sekecil permen karet pun memerlukan penanganan khusus dari desainer untuk membuatnya dapat ditampilkan lebih menarik?
Pameran ini, sebagaimana diungkap Hiroshi Kashiwagi, profesor dari Universitas Seni Musahino- bagaikan pengalaman saat berkunjung dan melakukan tur di suatu kota, menampilkan kehidupan Jepang pada saat ini, sebuah tinjauan yang substansial atas kebudayaan urban Jepang.
Tak pelak, karya-karya desain yang hadir dalam ruang pameran juga menunjukkan perpaduan keindahan seni, bentuk yang sederhana, pemahaman akan bentuk tubuh dan keperluan manusia, mengutamakan fungsi, serta teknologi canggih. Banyak diantara karya-karya desain ini mengambil bentuk yang universal. Sulit diduga, misalnya, karya A-POC, sepotong kain yang dapat diubah menjadi pakaian hanya dengan membuat potongan sederhana menggunakan gunting rancangan Issey Miyake, sebagai buatan Jepang karena nyaris tak ada jejak bentuk-bentuk umum kriya dan seni Jepang di dalamnya.
Terdapat pula sejumlah karya yang kental dengan nuansa Jepang, dengan kerumitan kriya tangan yang mahir, meskipun kemudian karya-karya ini jadi mendunia dan dapat kita lihat di mana-mana sehingga sulit diterka asal-muasalnya. Misalnya lampu karya Isamu Noguchi yang diinspirasi oleh lampion kertas tradisional Jepang. Lampu ini begitu terkenal dan mudah diterima sehingga lampu-lampu dengan bentuk serupa dapat dengan mudah ditemui di Bali.
Nobuko Shimuta, salah satu kurator pameran yang juga menjadi Kepala Produser di Pusat Desain Jepang, menandai kecenderungan desain kontemporer Jepang menunjukkan interaksi yang makin besar antara desain modern, tren terbaru dan bentuk yang diilhami nuansa Jepang tradisional.
Karya-karya desain yang dibuat pada tahun 50-60-an dalam pameran ini menunjukkan dari mana desain masa kini berakar, menawarkan sebuah nostalgia. Alat penanak nasi (rice cooker) karya Yoshiharu Iwata untuk Toshiba buatan 1955, mengingatkan kita pada model peralatan rumah tangga milik orangtua kita. Di Indonesia, desain ini masih dikenal sampai tahun 80-an. Sementara di bagian lain ruang pameran, dipajang sebuah rice cooker digital yang serba otomatis dan lebih modern.
Begitu pula desain Honda Super Cub C100 buatan tahun 1958 yang kemudian digantikan oleh Honda C70, yang (terutama) versi warna merahnya sangat terkenal di Indonesia dan di beberapa bagian pulau Jawa diberi julukan “Pitung”.
Kemampuan memadukan seni kriya tradisional Jepang dengan garis dan struktur desain modern Barat tampak jelas dalam karya Shin dan Tomoko Azumi, dua desainer ternama yang telah mencatatkan karya mereka dalam koleksi Design Museum, London. Karya table=chest, sebuah laci susun tiga yang dapat diurai menjadi meja jika diperlukan, menunjukkan kecenderungan ini. Sementara sentuhan seni yang menonjol ditampilkan melalui karya Snowman Salt&Pepper Shakers, wadah garam dan lada berbentuk manusia salju.
Bagi sebagian yang lain, deretan karya-karya desain ini selain fungsinya, juga menentukan dan jadi penanda gaya hidup dan kelas sosial. Kepopuleran produk-produk seperti Sony Vaio P Series, Play Station 2 SCPH-50000, Canon Digital Camera EOS 10D, Soul of Chogokin GX-01R atau Aibo Ers-111 merupakan bagian dari identitas pemiliknya.
Juga banyak menarik perhatian pengunjung adalah rak panjang berisi peralatan makan, pisau dapur (berbilah keramik dengan desain gagang yang ergonomis) serta perabot rumah yang tampak minimalis nan modern.
Previous posts
Archives
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- December 2007
- January 2008
- February 2008
- March 2008
- April 2008
- May 2008
- June 2008
- July 2008
- August 2008
- September 2008
- October 2008
- November 2008
- December 2008
- January 2009
- February 2009
- March 2009
- April 2009
- May 2009
- June 2009
- July 2009
- August 2009
- September 2009
- October 2009
- November 2009
- December 2009
- January 2010
- February 2010
- March 2010
- May 2010
- January 2011
- April 2011
- May 2011
- June 2011
- October 2011
- November 2011

