alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi
foto, buku dan maskara
Sunday, August 13, 2006
usia adalah salah satu hal yang tidak pantas ditanyakan pada seorang wanita, oleh karena itulah, sampai saat ini aku tetap tidak tahu berapa sebenarnya usia Gill Marais. yang aku tahu, dia menghabiskan tujuhbelas tahun dari usianya itu untuk memotret berbagai upacara di seluruh pelosok Bali. karya-karyanya mewakili ketekunan, persahabatan dan keberuntungan. tekun karena ada seri foto upacara yang memerlukan sedikitnya lima tahun untuk melengkapinya. Gill akan datang ke upacara yang sama setiap tahun, berusaha memotret ulang momen-momen yang ia lewatkan, sampai semuanya menjadi komplet. untuk memotret karya-karya itu, dia perlu bersahabat dengan orang Bali, dengan para pemangku, pedanda dan pendeta, karena sangat tidak mungkin seorang turis tanpa permisi datang membawa kamera canggih dengan berbagai lensa, tripod, dan flash seperti senter lalu mengambil foto sebanyak-banyaknya. dari persahabatan itu, Gill beruntung bisa mendapatkan akses khusus untuk masuk ke daerah yang suci, misalnya Jeroan pura, agar bisa memotret saat-saat para pendeta menyadarkan orang setelah trance, misalnya.
foto-foto karya Gill mempertemukanku dengannya. bersama dengan pertemuan itu, aku juga berjumpa dengan sepasang ibu-anak yang mengumpulkan karya-karya Gill dan mencetaknya menjadi buku. Sarita Newson adalah wanita yang terlihat lembut hati dan sabar. jenis orang yang bisa meluluhkan kekerasan hati dengan senyum dan kata-kata lembut, tanpa mengurangi ketegasannya. hal-hal inilah yang dia wariskan juga pada anaknya, Kadek Krishna Adidharma, lulusan teknik lingkungan yang dengan rendah hati akan bilang "cuma bantu-bantu ibu saja" setiap kali ditanya apa kesibukannya. jawaban yang memberi kesan seolah yang dilakukannya adalah beli minyak tanah ke warung, atau cuci piring setelah makan malam, dan bukannya mengelola sebuah kantor yang menerbitkan buku untuk diedarkan secara internasional.
sekali lagi, aku harus merasa beruntung karena punya kesempatan untuk mengerjakan suatu hal yang melibatkan keindahan, dan bisa menyentuh hati orang banyak pada saat yang sama. foto-foto yang dimasukkan dalam buku berjudul Sacred and Secret itu, merekam banyak hal yang sarat makna. ritual berusia ratusan tahun, yang lebih banyak dilakukan daripada dipahami. upacara-upacara yang dilakukan dengan standar yang diiturunkan secara lisan dari generasi ke generasi. dengan detil dan kerja keras yang mengagumkan.

jadi! buat yang mau lihat pamerannya, harus buru-buru ke Komaneka, karena semua karya diturunkan dari dinding pada tanggal 22 Agustus. dan kalo mau beli bukunya, yang di indonesia untuk sementara cuma ada 300 buah saja (dan terus berkurang setiap hari), bisa japri aku juga.
OK!... yang barusan itu tadi spam. tapi kan ini blogku, jadi boleh dong... promosi sedikit. lagipula, aku pikir aku perlu melakukannya untuk Gill yang gigih dalam perburuan fotonya, dan untuk Sarita yang sangat menghargai kerja kecil yang aku lakukan untuk mereka, serta untuk Krishna, orang pertama yang mengerti dan bersedia menyetir dengan hati-hati ditengah arus lalu lintas Ubud-Denpasar yang padat, sehingga aku berhasil memakai maskara tanpa belepotan waktu menumpang mobilnya.
foto-foto karya Gill mempertemukanku dengannya. bersama dengan pertemuan itu, aku juga berjumpa dengan sepasang ibu-anak yang mengumpulkan karya-karya Gill dan mencetaknya menjadi buku. Sarita Newson adalah wanita yang terlihat lembut hati dan sabar. jenis orang yang bisa meluluhkan kekerasan hati dengan senyum dan kata-kata lembut, tanpa mengurangi ketegasannya. hal-hal inilah yang dia wariskan juga pada anaknya, Kadek Krishna Adidharma, lulusan teknik lingkungan yang dengan rendah hati akan bilang "cuma bantu-bantu ibu saja" setiap kali ditanya apa kesibukannya. jawaban yang memberi kesan seolah yang dilakukannya adalah beli minyak tanah ke warung, atau cuci piring setelah makan malam, dan bukannya mengelola sebuah kantor yang menerbitkan buku untuk diedarkan secara internasional.
sekali lagi, aku harus merasa beruntung karena punya kesempatan untuk mengerjakan suatu hal yang melibatkan keindahan, dan bisa menyentuh hati orang banyak pada saat yang sama. foto-foto yang dimasukkan dalam buku berjudul Sacred and Secret itu, merekam banyak hal yang sarat makna. ritual berusia ratusan tahun, yang lebih banyak dilakukan daripada dipahami. upacara-upacara yang dilakukan dengan standar yang diiturunkan secara lisan dari generasi ke generasi. dengan detil dan kerja keras yang mengagumkan.

jadi! buat yang mau lihat pamerannya, harus buru-buru ke Komaneka, karena semua karya diturunkan dari dinding pada tanggal 22 Agustus. dan kalo mau beli bukunya, yang di indonesia untuk sementara cuma ada 300 buah saja (dan terus berkurang setiap hari), bisa japri aku juga.
OK!... yang barusan itu tadi spam. tapi kan ini blogku, jadi boleh dong... promosi sedikit. lagipula, aku pikir aku perlu melakukannya untuk Gill yang gigih dalam perburuan fotonya, dan untuk Sarita yang sangat menghargai kerja kecil yang aku lakukan untuk mereka, serta untuk Krishna, orang pertama yang mengerti dan bersedia menyetir dengan hati-hati ditengah arus lalu lintas Ubud-Denpasar yang padat, sehingga aku berhasil memakai maskara tanpa belepotan waktu menumpang mobilnya.
Previous posts
Archives
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- December 2007
- January 2008
- February 2008
- March 2008
- April 2008
- May 2008
- June 2008
- July 2008
- August 2008
- September 2008
- October 2008
- November 2008
- December 2008
- January 2009
- February 2009
- March 2009
- April 2009
- May 2009
- June 2009
- July 2009
- August 2009
- September 2009
- October 2009
- November 2009
- December 2009
- January 2010
- February 2010
- March 2010
- May 2010
- January 2011
- April 2011
- May 2011
- June 2011
- October 2011
- November 2011
- May 2012
- October 2012
- March 2013
- April 2013


font-nya kok bold ya?
sudah aku perbaiki, jri.
aku tambahin juga image karya gill marais
berapaan nak bukunya?
bukunya berapaan na.??
O gitu ya sekarang.. si Cok dilupain gitu? :-P