Thursday, May 08, 2008

tentang membaca buku




kalo ada yang tanya, atau ada form yang mengharuskan aku menjelaskan hobiku, dengan ringan dan pasti aku akan menjawab: membaca. jawaban yang selalu keluar dari mulutku, sebelum aku menyebutkan hobi-hobi yang lain.

tapi beberapa hari terakhir ini aku jadi ragu sama jawabanku sendiri. soalnya kalo dilihat-lihat, beberapa minggu terakhir hobi itu sedikit-demi-sedikit bergeser menuju hobi baru. ngobrol di telepon dan nge-charge batere handphone. kayaknya aku harus mulai merevisi jawabanku kalo ditanya.

bukti lainnya adalah tumpukan buku yang belum dibaca, yang baru separuh dibaca, atau yang baru diusap-usap aja -karena covernya bagus, yang makin membesar jumlahnya di kamarku. kadang-kadang penyebabnya sepele, aku sedang membaca satu judul ketika datang buku yang lain. entah karena membeli atau pemberian orang, lalu aku jadi lebih pengen baca buku yang baru. lalu aku berusaha membaca dua atau tiga buku dalam satu waktu, yang biasanya jadi bikin aku bingung, dan akhirnya semua distop.

setelah membaca keluhan Indie di blognya , aku sempatkan memeriksa berapa judul buku yang belum (selesai atau sempat) aku baca. ini nggak termasuk majalah yang juga makin tinggi tumpukannya.

1. John Steinbeck, The Moon is Down
2. Francis Wheen, How Mumbo Jumbo Conquered the World
3. Orhan Pamuk, Snow
4. Anita Shreve, The Last Time They Met
5. Barack Obama, Dreams for My Father
6. Rhonda Byrne, The Secret
7. Charles R. Cross, Heavier Than Heaven; The Biography of Kurt Cobain
8. Tom Clancy, Shadow Watch
9. Elfriede Jelinek, The Piano Teacher
10. James Joyce, Dubliners
11. John J. Kao, Managing Creativity
12. Bono -Larry Mullen -The Edge -Adam, U2 by U2
13. John Steinbeck, The Grapes of Wrath
14. Robert Ludlum, The Bourne Identity
15. Paul Theroux, Blinding Light
16. Joseph Tate (editor), The Music and Art of Radiohead
17. Truman Capote, In Cold Blood
18. John Dickie, Cosa Nostra; A History of the Sicilian Mafia
19. David Quantick, Beck
20. Kompilasi Terra; Bilingual Anthology

buku Beck, misalnya... sempat kubaca sampai dua bab sebelum aku mulai membaca biografi R.E.M. nah! itu buku juga belum aku masukkan daftar. R.E.M Fiction: An Alternative Biography dari David Buckley ini masih aku coba untuk selesaikan, sambil membaca beberapa buku cerita dongeng karangan Enid Blyton, 100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta bikinan Benny&Mice, A Spot of Bother-nya Mark Haddon, Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata dan lanjutan kisah kenangan Nh. Dini yang berjudul Dari Fontenay ke Magallianes. dan semuanya selesai tiga minggu yang lalu, tapi biografi R.E.M-nya nggak maju-maju dari bab 5! hihihi...

aduh, payah! aku sampe jadi malu waktu Indie bilang "jadi hobinya sebenernya membaca ato mengumpulkan buku?" ahahaha. parah banget deh, aku.

No comments:

duka yang menyusun sendiri petualangannya

  rasa kehilangan seorang penonton pada aktor yang dia tonton sepanjang yang bisa dia ingat, adalah kehilangan yang senyap. ia tak bisa meng...