alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateMonday, February 18, 2008   Comment



udah berhari-hari niat untuk nulis tentang lagu ini sejak Wesly ngasih 46 lagu dari album The Best of Cardigans. aku suka band ini. musiknya menyejukkan hati, enak dipake buat goyang-goyang kaki sembari beresin kerjaan yang nggak ada habisnya. gimana mo abis, lha wong kerjaan semuanya ditumpuk terus ditunda. nggak dikerjain. emang siapa yang mo disuruh beresin? hihihi...

suatu siang aku loop lagu For What It's Worth berkali-kali. pertamanya cuma didengerin, lalu ikutan nyanyi, lama-lama hapal liriknya juga. menikmati melodinya yang riang, tampak menarik dinyanyikan pada saat pool party sore-sore, dengan minuman segar dan air yang bercipratan dimana-mana. bagaimanapun juga, ini lagu cinta. dan ini lagu cinta yang bahagia.

tapi kalo didengerin lagi baik-baik, ada yang berbeda dari caranya The Cardigans menyatakan cintanya. normalnya kalo ngomongin cinta kan ya pake kata-kata indah... yang dengan mengucapkannya tanpa nada aja udah terasa indahnya. kadang terlalu manis, sampai dari kata-kata itu bisa mengalir air perasan tebu, atau nira. bisa langsung dijadikan gula kelapa, atau dijadikan tuak dan bikin yang meminumnya mabuk. mabuk cinta.

kata The Cardigans, l.o.v.e adalah the four letter word-the dirtiest word that you could ever said. dan untuk bilang cinta, yang benar-benar cinta, itu kayaknya nggak banget deh.

The four letter word got stuck in my head
The dirtiest word that I've ever said
It's making me feel alright.

For what it's worth I love you
And what is worse I really do
Oh what is worse I'm gonna run run run
'Till the sweetness gets to you
And what is worse I love you!

cara mikirnya mungkin rada mirip dengan lirik lagu Something Stupid.
And then I go and spoil it all
By saying something stupid
Like I love you

para pecinta boys band yang alirannya memang menye-menye, silakan aja protes dan punya pendapat lain. tapi menyatakan cinta dan bilang I love you itu kayaknya sesuatu yang mestinya sangat dihindari, karena bikin suasana jadi nggak seru lagi. yang fun, yang lucu, yang bikin hepi, semuanya hilang karena pernyataan ini.

hmm...
apakah menyatakan cinta berarti kelemahan? semacam penyerahan diri dalam suatu ikatan yang suffocating, yang bikin nggak bisa bernapas dan membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri? kehilangan kebebasan dan kuasa atas ke-aku-an, yang lalu harus dibagi bersama dengan orang lain?
apakah berkomitmen terdengar begitu menyeramkan?

Comment

Blogger si Ono at 12:31 PM, February 19, 2008 said:

looks like this post was written in the spirit of love......

i guess someone is officially in love

Post a Comment

Shoutbox



Instagram