alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateMonday, February 25, 2008   Comment


Michael Stipe does not feel comfortable writing about the upside of life. For him, the words that express love are often clich├ęs, the ability to capture thrill and joy, without sounding maudlin, trite or overly sentimental, is a skill even some of the best songwriters don't possess. The language of the lover and the lovelorn in pop is worn out, stale.
basi. gitu kata Stipe, yang kemudian dikutip sama David Buckley dalam buku R.E.M Fiction; An Alternative Biography.

aku setuju sama Stipe. semua kata cinta yang tampaknya begitu mudah diucapkan dan diulang-ulang-ulang dalam lagu-lagu pop itu membuat maknanya semakin lama semakin dangkal. dan jadinya sudah nggak berarti lagi, karena sudah terlalu sering dipakai, bahkan untuk hal-hal yang nggak perlu. lalu kalo orang bilang masih belum menemukan cinta, atau masih mencari cinta, rasanya jadi overrated. nyari apa sih? cinta?... banyak tuh, disebar-sebar di lagu-lagu cheesy. hihihi...

itulah sebabnya sepanjang perjalanan karir mereka, R.E.M nyaris nggak pernah bikin lagu yang temanya tentang cinta-cintaan. aku bilang nyaris, karena ada dua lagu yang memang bercerita tentang tema ini, diluar tema-tema lain dalam lagu-lagu R.E.M yang emang dari sananya udah nggak biasa. thanks to Stipe yang artistik dan selalu sibuk menenggelamkan diri dalam berbagai hal, entah itu kebudayaan, kesenian, politik, agama, sejarah, aktivisme dan bahkan dongeng serta legenda dari masa lalu, lirik lagu-lagu R.E.M jadi punya rentang bahasan yang sangat luas.

misalnya "What's The Frequency, Kenneth?" diilhami oleh peristiwa penyerangan yang dilakukan terhadap seorang anchor CBS. yang lalu jadi lagu beraroma surreal, diawali dengan sebuah pertanyaan dan diteruskan dengan...

I was brain-dead, locked out, numb, not up to speed
I thought I'd pegged you an idiot's dream


atau lagu "Drive" yang salah satu liriknya adalah homage untuk Pyton, band yang juga berasal dari Athens-Georgia ...hey kids, rock and roll....sebetulnya berasal dari lirik lagu mereka. sementara lagunya sendiri kata Stipe menunjukkan dukungan R.E.M buat Motor Voter Bill, salah satu undang-undang populer yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Bill Clinton.

balik lagi ke pada soal lagu cinta, lagu pertama yang bisa dengan mudah disebut lagu cinta-nya R.E.M adalah "The One I Love" dari album Document, yang dirilis tahun 1987. lagunya cerah ceria, suara gitarnya Peter Buck juga enak banget didengerinnya. liriknya manis dan sederhana.

This one goes out to the one I love
This one goes out to the one I've left behind

A simple prop to occupy my time

This one goes out to the one I love

tapi kalau diperhatikan baik-baik, apa iya sih ini lagu cinta? karena kalo emang iya... masa sih kekasih bisa direduksi jadi 'a simple prop to occupy my time'? hihihi...
bukannya fungsi pacar semestinya bisa lebih banyak dari sekedar alternatif untuk membunuh waktu (dan kebosanan)?
*ngakak*

lagu kedua yang (akhirnya) memang benar lagu cinta adalah "At My Most Beautiful". dan seperti sudah bisa diduga, kalau band-band yang cool seperti ini bikin lagu cinta, liriknya pasti dahsyat dan selalu sukses bikin orang jadi terdiam seribu bahasa, kehabisan kata-kata. speechless.

I read bad poetry Into your machine
I save your messages

Just to hear your voice

You always listen carefully

To awkward rhymes
You always say your name,

Like I wouldn't know it's you,

At your most beautiful


At my most beautiful
I count your eyelashes, secretly
With every one, whisper I love you


I let you sleep.
I know you're closed eye watching me

Listening, I thought I saw a smile

ini adalah lagu cinta favoritku selama tiga minggu terakhir. setiap kali mendengar dan ikut menyanyikannya, pikiranku selalu melayang padamu. sayang sekali aku belum bisa menulis lagu cintaku sendiri. jadi untuk sementara, lagu ini yang kupinjam dan kuberikan untukmu.

Comment

Shoutbox



Instagram