alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi
I've seen it all, have I?
Thursday, February 22, 2007
Mama bilang aku orang yang punya terlalu banyak keinginan. setiap hari aku selalu punya keinginan baru. mulai dari yang kecil-kecil sampai yang besar. ingin makan sate ayam yang tempatnya di deket rumah warkop di Denpasar, ingin pulang kantor lebih cepat, ingin membersihkan kamar... adalah beberapa contoh keinginan yang bisa hilang secepatnya, segera setelah keinginan itu dipikirkan.
lalu suatu hari aku ingin pergi ke London gara-gara liat website-nya Design Museum. berhari-hari yang dibuka website itu aja, lalu menelusuri link-link para desainer yang disebut disitu. mulai dari Manolo Blahnik, yang bikin sepatu-sepatu yang kalo harganya dikonversi ke rupiah jadi panjang banget nolnya- sampe Experimental Jetset yang desain t-shirtnya bikin Lennon on sale again (yes, I hear you, Bowie). tapi minggu depannya aku pengen ke New York setelah ngeliat lagi gambar-gambar dari karyanya Christo di Central Park. atau jadi mau ke San Francisco karena dengerin soundtracknya Full House, lalu membayangkan wajah John Stamos yang turun dari trem, memakai jas biru tua dengan t-shirt putih sebagai dalamannya, dengan senyumnya yang meruntuhkan iman... seketika lupa kalau John Stamos udah nggak seganteng dulu lagi, dan mungkin nggak ada di San Francisco. ada yang tau sekarang John Stamos ada dimana?
kalo aku pergi ke toko buku, bisa jadi seperti orang kalap. ingin bukunya Murakami (lagi), ingin baca Capote, ingin punya bukunya Kafka... padahal di rumah masih ada novelnya Pamuk, Shreve, Jelinek dan entah apalagi yang baru dibaca dua halaman pertamanya, baru dilihat judulnya, baru dibuka bungkusnya, lalu ditaruh aja di rak. makin keras rasanya komentar Mama di telingaku "kalo dunia bisa digulung, pasti kamu juga ingin itu"
kadang-kadang aku pikir hidupku jadi rumit karena keinginanku terlalu banyak. juga karena sepertinya ada banyak jalan yang memungkinkan untuk mencapai keinginan-keinginan itu, walaupun bakatku yang luar biasa sebagai procrastinator seringkali membuatku tidak melakukan apapun untuk meraihnya. aku gantungkan keinginan setinggi langit, tapi lupa bikin tangga dan nyiapin bambu panjang buat menjoloknya. apakah hidupku akan lebih sederhana kalau keinginanku cuma sedikit? apakah orang akan hidup lebih bahagia kalau mereka tidak punya keinginan yang macam-macam?
kalau aku sedang nonton film yang menurutku bagus dan tokoh anak mudanya cakep berat, bermata sendu dan obrolannya penting untuk dikutip... seseorang yang akan dengan mudahnya membuatku meleleh... lalu aku bilang sama diriku sendiri "wah, pacaran sama orang ini pasti keren. aku mau pacaran sama dia" pada saat Mama lewat, pasti beliau akan bilang "emang kenal dimana sama orang itu?"
dan aku langsung kembali ke bumi.
dalam hal ini, Mama seperti Bjork dan Thom Yorke waktu saling bercerita tentang apa yang belum dan sudah mereka lihat. atau orang yang bikin ungkapan soal perjalanan kesana kemari yang pada akhirnya ingin menuju rumah, karena di rumah bisa melihat semuanya. walaupun belum melihat air terjun Niagara dan Tembok Cina. karena air terjun toh cuma air aja, dan semua tembok sama hebatnya asal atapnya nggak runtuh.
You haven't seen elephants, kings or Peru!
I'm happy to say I had better to do
What about China? Have you seen the Great Wall?
All walls are great, if the roof doesn't fall!
...
You've never been to Niagara Falls?
I have seen water, its water, that's all...
The Eiffel Tower, the Empire State?
My pulse was as high on my very first date!
apakah aku sudah melihat semuanya?
apakah kamu sudah melihat yang ingin kamu lihat?
apa sudah mendapatkan semua yang diinginkan?
lalu suatu hari aku ingin pergi ke London gara-gara liat website-nya Design Museum. berhari-hari yang dibuka website itu aja, lalu menelusuri link-link para desainer yang disebut disitu. mulai dari Manolo Blahnik, yang bikin sepatu-sepatu yang kalo harganya dikonversi ke rupiah jadi panjang banget nolnya- sampe Experimental Jetset yang desain t-shirtnya bikin Lennon on sale again (yes, I hear you, Bowie). tapi minggu depannya aku pengen ke New York setelah ngeliat lagi gambar-gambar dari karyanya Christo di Central Park. atau jadi mau ke San Francisco karena dengerin soundtracknya Full House, lalu membayangkan wajah John Stamos yang turun dari trem, memakai jas biru tua dengan t-shirt putih sebagai dalamannya, dengan senyumnya yang meruntuhkan iman... seketika lupa kalau John Stamos udah nggak seganteng dulu lagi, dan mungkin nggak ada di San Francisco. ada yang tau sekarang John Stamos ada dimana?
kalo aku pergi ke toko buku, bisa jadi seperti orang kalap. ingin bukunya Murakami (lagi), ingin baca Capote, ingin punya bukunya Kafka... padahal di rumah masih ada novelnya Pamuk, Shreve, Jelinek dan entah apalagi yang baru dibaca dua halaman pertamanya, baru dilihat judulnya, baru dibuka bungkusnya, lalu ditaruh aja di rak. makin keras rasanya komentar Mama di telingaku "kalo dunia bisa digulung, pasti kamu juga ingin itu"
kadang-kadang aku pikir hidupku jadi rumit karena keinginanku terlalu banyak. juga karena sepertinya ada banyak jalan yang memungkinkan untuk mencapai keinginan-keinginan itu, walaupun bakatku yang luar biasa sebagai procrastinator seringkali membuatku tidak melakukan apapun untuk meraihnya. aku gantungkan keinginan setinggi langit, tapi lupa bikin tangga dan nyiapin bambu panjang buat menjoloknya. apakah hidupku akan lebih sederhana kalau keinginanku cuma sedikit? apakah orang akan hidup lebih bahagia kalau mereka tidak punya keinginan yang macam-macam?
kalau aku sedang nonton film yang menurutku bagus dan tokoh anak mudanya cakep berat, bermata sendu dan obrolannya penting untuk dikutip... seseorang yang akan dengan mudahnya membuatku meleleh... lalu aku bilang sama diriku sendiri "wah, pacaran sama orang ini pasti keren. aku mau pacaran sama dia" pada saat Mama lewat, pasti beliau akan bilang "emang kenal dimana sama orang itu?"
dan aku langsung kembali ke bumi.
dalam hal ini, Mama seperti Bjork dan Thom Yorke waktu saling bercerita tentang apa yang belum dan sudah mereka lihat. atau orang yang bikin ungkapan soal perjalanan kesana kemari yang pada akhirnya ingin menuju rumah, karena di rumah bisa melihat semuanya. walaupun belum melihat air terjun Niagara dan Tembok Cina. karena air terjun toh cuma air aja, dan semua tembok sama hebatnya asal atapnya nggak runtuh.
You haven't seen elephants, kings or Peru!
I'm happy to say I had better to do
What about China? Have you seen the Great Wall?
All walls are great, if the roof doesn't fall!
...
You've never been to Niagara Falls?
I have seen water, its water, that's all...
The Eiffel Tower, the Empire State?
My pulse was as high on my very first date!
apakah aku sudah melihat semuanya?
apakah kamu sudah melihat yang ingin kamu lihat?
apa sudah mendapatkan semua yang diinginkan?
Previous posts
Archives
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- December 2007
- January 2008
- February 2008
- March 2008
- April 2008
- May 2008
- June 2008
- July 2008
- August 2008
- September 2008
- October 2008
- November 2008
- December 2008
- January 2009
- February 2009
- March 2009
- April 2009
- May 2009
- June 2009
- July 2009
jng kalap
tes tes http://bimoseptyop.blogspot.com
Mbak, kayaknya lebih parah aku deh kalo soal procastinating yet mau semuanya.Eh si Mama sekarang ada di mana?Jd pengen ketemu orang yang melahirkan dan membesarkan seorang perempuan keren seperti dirimu.
Gara2 mbaca ini aku ampe terlambat ngimel abangku.
Wahwahwah, blogmu harus dikategorikan berbahaya bagi kantongku saat akhir bulan nih.Jd terhanyut ....
pengen suami gak?
Ak lg pengen istri neh...