alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi

DateTuesday, February 07, 2006   Comment

"Kamu daftar PNS juga say?" seorang teman bertanya lewat YM
"Aku? daftar PNS? Nggaklah...kan dari dulu juga aku nggak mau. Kok kamu masih nanyain itu?"
"Ya, kali aja kamu daftar"

Ah, aku lalu jadi ilfil mau nerusin chatting sama dia. Topik ini selalu menyebarkan perasaan nggak enak di perutku. Mengingatkan aku lagi pada hal-hal buruk yang terjadi dua tahun yang lalu. Dan nggak ada kenangan baik yang bisa dipakai untuk mengimbanginya. Ah!

Lalu waktu aku ketemu dengan Joy dan Wayan pagi-pagi hari Minggu itu, kami membahas lagi tentang PNS. Sebenernya mula-mula kita ngebahas CSR (corporate social responsibility), sih... lalu pertanyaan kenapa mekanisme CSR belum bisa berkembang dengan baik di negara ini. Joy bilang, karena paradigma pemerintahnya masih terus punishment, tapi nggak ada reward. Aha! you got the point, Joy!
Menurutku, itu juga disebabkan oleh kinerja PNS. Bayangin aja, kerja nggak ada appraisal, tiap 4 tahun sekali otomatis naik golongan, yang paling aneh misalnya kasus temen sekerjanya tante Sri yang mengalami gangguan jiwa, dan di kantor udah nggak bisa ngerjain apa-apa, tetep aja nggak dikeluarin dan tetep dapat gaji penuh. Apalagi kalo hanya malas...
Rajin atau malas, asal golongannya sama, gajinya tetep sama. PNS dimanapun. Nah...kalo berada dalam lingkungan semacam itu, berapa lama pertahanan seseorang bisa diandalkan. Lama-lama akan lebih mudah untuk memilih menjadi pragmatis. Cari jalan yang gampang aja (yang ini tambahan dari Joy)

Sesaat setelah seseorang menandatangani perjanjian untuk jadi PNS, seketika itu juga dia menjelma menjadi sederetan angka NIP, tergantung golongan gajinya. Sangat sulit buat dia untuk menjadi individu yang bisa dikenali, nyaris nggak mungkin untuk mendapatkan apresiasi dari aktualisasi diri. Yang menilai di Jakarta dia kerjanya di Pulau Rote. Dia nggak lagi bernama. NIP sekian sampai sekian, golongan IIIC, masa kerja sekian tahun, tahun depan naik golongan.

Dan aku terlalu narsis untuk itu.

Comment

Blogger lilis at 1:41 PM, February 07, 2006 said:

terkadang qta menjalani apa yang bukan mau qta
terkadang ...
yang terkadang ...........

Anonymous hericz at 2:22 PM, February 07, 2006 said:

rajin malas sama saja, itulah yang dikejar banyak orang :)

Bangsa ini memang kere, saya ulangai, ini bangsa kere!

Blogger Dian Ina at 2:33 PM, February 07, 2006 said:

karena mentalitasnya kere, makanya nggak maju-maju!

Anonymous Achmadi at 4:34 PM, February 07, 2006 said:

Terlebih lagi saya, gak mau jadi PNS, apalagi jadi orang kere .....

Anonymous henny at 9:51 PM, February 07, 2006 said:

Susah juga ya. PNS masih identik dengan "makan gaji buta". Padahal ada lho temenku yang berusaha untuk menggalang temen2nya untuk jadi pelayan masyarakat yang baik. Kesimpulannya: lebih bisa begitu di kota kecil daripada di Jakarta. Akhirnya dia juga kegoda untuk males.

Anonymous adams at 1:31 AM, February 08, 2006 said:

memang mayoritas dari PNS gimana? pasti semua bisa menilai :)

Anonymous unwinged at 4:37 AM, February 08, 2006 said:

males tapi dapet gaji penuh... hm hm hm... ;))
Ga semua PNS males tapi emang mayoritas. Seperti piramida.

Blogger Rasheeda Muhammad at 9:58 PM, September 17, 2015 said:

Halo, saya Rasheeda Muhammad dari Indonesia, dan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperingatkan semua orang di sini untuk berhati-hati dari semua pemberi pinjaman pinjaman yang menimbulkan menjadi nyata. Mereka semua penipuan dan palsu dan niat mereka adalah untuk merobek Anda dari uang Anda sulit diperoleh. Saya telah menjadi korban pinjaman perusahaan ini tetapi tidak ada yang mampu memberikan pinjaman saya mencari sampai aku datang di Ibu Amanda Amanda Badan Kredit. Dia menawarkan saya pinjaman pada tingkat bunga yang terjangkau dari 2% dengan hanya beberapa formalitas dan requirements.After saya bertemu dengan persyaratan dan kondisi perusahaan, pinjaman saya disetujui dan saya sangat mengejutkan, itu ditransfer ke rekening bank saya dalam waktu kurang dari 24 jam. Anda dapat menghubungi Ibu Amanda melalui emailnya amandaloan@qualityservice.com dan Anda juga dapat menghubungi saya di rasheedamuhammad10@gmail.com saya email saya hanya bersaksi Ibu Amanda akan baik dan bantuan yang diberikan kepada dia saya dan keluarga saya dan saya juga ingin Anda menjadi penerima manfaat dari tawaran pinjaman nya.

Post a Comment

Shoutbox



Instagram