alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi
troubleshooter become troublemaker
Friday, May 12, 2006
dibangunin waktu lagi tidur itu nggak enak
lebih nggak enak lagi dibangunin Pak Koman dan dikasih tau kalo aku bikin salah dan aku nggak dimarahin, tapi dinasehati dan diberi usulan untuk memperbaiki kesalahan. dengan nada seperti ayah pada anaknya yang nakal. "ck... kamu ini"
aku jadi sediiiiiiiiih karena merasa mengecewakannya. mendingan aku dimarahin dan dicaci maki aja deh...
sedih? mungkin aneh buat orang lain. tapi begitulah kata yang tepat menggambarkannya karena Pak Koman sama sekali nggak menaikkan nada suaranya. nggak jadi sinis, nggak memakai kata-kata yang tajam. katanya, dia mengerti aku nggak bermaksud buruk. bahwa semuanya hanya kesalahpahaman, dan ini jadi pelajaran buatku. supaya lain kali lebih hati-hati. aku, yang biasanya bantu memperbaiki kesalahan yang dibuat orang lain, sekarang menjadi penyebab terjadinya masalah yang ditimpakan pada Pak Koman.
apakah aku dihukum?
ya. aku melihat dan mendengar sendiri bagaimana Pak Koman dan Bu Mansri taking all the blame on my behalf. mereka mendengarkan kemarahan yang sebenarnya ditujukan untukku. mereka meminta maaf untukku. mereka menenangkan orang yang marah itu dengan merelakan telinga menjadi merah. dan masih sempat melirikku sambil nyengir.
hukuman apa yang lebih berat daripada itu?
tapi seperti kata Casper, ada kalanya aku harus merasakan berbuat kesalahan, supaya bisa lebih memahami kesalahan orang lain. Oom Pipo juga bilang kalo aku harus belajar untuk menyikapi masalah, bukan meresapinya. supaya kalo ada banyak masalah yang datang beruntun, aku bisa menghadapi semuanya dengan lebih baik daripada sekarang. tampaknya, ini peringatan buatku juga, supaya nggak besar kepala, karena troubleshooter sekali waktu bisa jadi troublemaker.
lebih nggak enak lagi dibangunin Pak Koman dan dikasih tau kalo aku bikin salah dan aku nggak dimarahin, tapi dinasehati dan diberi usulan untuk memperbaiki kesalahan. dengan nada seperti ayah pada anaknya yang nakal. "ck... kamu ini"
aku jadi sediiiiiiiiih karena merasa mengecewakannya. mendingan aku dimarahin dan dicaci maki aja deh...
sedih? mungkin aneh buat orang lain. tapi begitulah kata yang tepat menggambarkannya karena Pak Koman sama sekali nggak menaikkan nada suaranya. nggak jadi sinis, nggak memakai kata-kata yang tajam. katanya, dia mengerti aku nggak bermaksud buruk. bahwa semuanya hanya kesalahpahaman, dan ini jadi pelajaran buatku. supaya lain kali lebih hati-hati. aku, yang biasanya bantu memperbaiki kesalahan yang dibuat orang lain, sekarang menjadi penyebab terjadinya masalah yang ditimpakan pada Pak Koman.
apakah aku dihukum?
ya. aku melihat dan mendengar sendiri bagaimana Pak Koman dan Bu Mansri taking all the blame on my behalf. mereka mendengarkan kemarahan yang sebenarnya ditujukan untukku. mereka meminta maaf untukku. mereka menenangkan orang yang marah itu dengan merelakan telinga menjadi merah. dan masih sempat melirikku sambil nyengir.
hukuman apa yang lebih berat daripada itu?
tapi seperti kata Casper, ada kalanya aku harus merasakan berbuat kesalahan, supaya bisa lebih memahami kesalahan orang lain. Oom Pipo juga bilang kalo aku harus belajar untuk menyikapi masalah, bukan meresapinya. supaya kalo ada banyak masalah yang datang beruntun, aku bisa menghadapi semuanya dengan lebih baik daripada sekarang. tampaknya, ini peringatan buatku juga, supaya nggak besar kepala, karena troubleshooter sekali waktu bisa jadi troublemaker.
Previous posts
Archives
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- December 2007
- January 2008
- February 2008
- March 2008
- April 2008
- May 2008
- June 2008
- July 2008
- August 2008
- September 2008
- October 2008
- November 2008
- December 2008
- January 2009
- February 2009
- March 2009
- April 2009
- May 2009
- June 2009
- July 2009
- August 2009
- September 2009
- October 2009
- November 2009
- December 2009
- January 2010
- February 2010
- March 2010
- May 2010
- January 2011
- April 2011
- May 2011
- June 2011
- October 2011
- November 2011
- May 2012
- October 2012
- March 2013
- April 2013


geg ina, aku dulu juga pernah loh, dan aku sampe bertubi2 minta maaf sama bosku. tapi dia bilang: "jangan minta maaf, karena saya tidak menuduh kamu bersalah. jangan minta maaf, tapi lain kali jangan lakukan lagi. selama kamu masih bisa mengambil hikmah, belajar dari kesalahan, dan menyikapinya dengan baik, kamu nggak perlu minta maaf."
hihihihihi...
**towel-towel geg ina**
semoga cepat kembali jadi geg ina yang ceria lagi yaa...
wah, aku mau ngomong sokor kayaknya ga cocok nih...
lagi masa masa melow minggu2 ini...
hihihi...
ya wis,
makan nasi gandul aja yuk...
hahahaha...
ah ina... sukanya dicaci dan disentuh
yah namanya juga manusia..
nobody is perfect... :)
ayo tetep semangat !!
nyari es tawon yuk .... :D
Link ke Oom Pipo nya salah mbak...
*sampaikan rasa salut saya ke pak Koman