alamanda.blogspot.com is proudly powered by Blogger
Template Design by Didats Triadi
temper management
Monday, February 14, 2005
bener-bener masih harus belajar banyak...
terutama belajar mengendalikan diri sendiri waktu menghadapi staf yang bertingkah. yang berlagak seperti kepala gank nomor satu di seluruh komplek perumahan...
apa yang ada dalam pikiran mereka?
dan yang paling sulit sebenarnya menahan kemarahan dalam diriku meluap keluar, untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang ekstrim dan tidak kehilangan akal sehat untuk tetap tenang, dan mengontrol situasinya. kalo kata bosku; on the top of them all... tidak terlarut sama situasi yang udah terlanjur jadi negatiif.
gilingan!
susah banget... karena kadang-kadang apa yang terpikir dalam benakku seperti "apa mata kamu gak bisa ngeliat kalo ini jelek banget?" atau "mikir dong.... gambarnya kayak apa, trus kamu bikinnya kayak apa?" atau "gila ya, udah berapa kali dibilangin gak ngerti-ngerti juga!"
aku ngerti banget kalo ngeluarin kata-kata kayak gitu nggak akan bikin kerjaannya jadi beres. jadi setelah itu terpikir juga hal-hal seperti; "yah... salah kamu juga terlalu ngelepasin kerjaan ke mereka. nggak dikontrol" atau "kalo semuanya sepinter kamu, na... mereka yang jadi manajer" and so on... and so on...
I really... really... really wish they would consider...
kalo saja mereka tau, ada tempat dimana orang bekerja 8 jam sehari atau lebih dan hanya diijinkan memakai kamar mandi satu kali! kalau saja mereka tau, ada tempat dimana kalau mereka sakit dan tidak bekerja, uang gaji mereka akan dipotong. boro-boro asuransi kesehatan...
kalau saja mereka tau, kalau di banyak tempat, jangankan datang pada acara pernikahan mereka... pernah bicara dan kenal sama staf -pun... pemilik perusahaan itu nggak pernah!
tapi bagaimana harus menjelaskan hukum besi lasalle pada mereka yang nggak pernah mendapatkan pendidikan yang baik. mereka yang gak pernah nonton 'annie' atau membaca 'oliver twist'. bagaimana harus menerjemahkan pada mereka bahwa sampai kapanpun, sifat rakus dan ingin lebih tidak akan pernah bisa dipuaskan... berapapun banyaknya uang yang dihasilkan?
bagaimana dapat kuterangkan bahwa bekerja, menyukai pekerjaan, bersemangat menjalani hidup, seringkali tidak melulu mengenai jumlah penghasilanmu... bahwa setiap yang sifatnya kualitatif itu, pada akhirnya akan terasa lebih berharga.
but don't it always seem to go, that you don't know what you got till it's gone...
terutama belajar mengendalikan diri sendiri waktu menghadapi staf yang bertingkah. yang berlagak seperti kepala gank nomor satu di seluruh komplek perumahan...
apa yang ada dalam pikiran mereka?
dan yang paling sulit sebenarnya menahan kemarahan dalam diriku meluap keluar, untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang ekstrim dan tidak kehilangan akal sehat untuk tetap tenang, dan mengontrol situasinya. kalo kata bosku; on the top of them all... tidak terlarut sama situasi yang udah terlanjur jadi negatiif.
gilingan!
susah banget... karena kadang-kadang apa yang terpikir dalam benakku seperti "apa mata kamu gak bisa ngeliat kalo ini jelek banget?" atau "mikir dong.... gambarnya kayak apa, trus kamu bikinnya kayak apa?" atau "gila ya, udah berapa kali dibilangin gak ngerti-ngerti juga!"
aku ngerti banget kalo ngeluarin kata-kata kayak gitu nggak akan bikin kerjaannya jadi beres. jadi setelah itu terpikir juga hal-hal seperti; "yah... salah kamu juga terlalu ngelepasin kerjaan ke mereka. nggak dikontrol" atau "kalo semuanya sepinter kamu, na... mereka yang jadi manajer" and so on... and so on...
I really... really... really wish they would consider...
kalo saja mereka tau, ada tempat dimana orang bekerja 8 jam sehari atau lebih dan hanya diijinkan memakai kamar mandi satu kali! kalau saja mereka tau, ada tempat dimana kalau mereka sakit dan tidak bekerja, uang gaji mereka akan dipotong. boro-boro asuransi kesehatan...
kalau saja mereka tau, kalau di banyak tempat, jangankan datang pada acara pernikahan mereka... pernah bicara dan kenal sama staf -pun... pemilik perusahaan itu nggak pernah!
tapi bagaimana harus menjelaskan hukum besi lasalle pada mereka yang nggak pernah mendapatkan pendidikan yang baik. mereka yang gak pernah nonton 'annie' atau membaca 'oliver twist'. bagaimana harus menerjemahkan pada mereka bahwa sampai kapanpun, sifat rakus dan ingin lebih tidak akan pernah bisa dipuaskan... berapapun banyaknya uang yang dihasilkan?
bagaimana dapat kuterangkan bahwa bekerja, menyukai pekerjaan, bersemangat menjalani hidup, seringkali tidak melulu mengenai jumlah penghasilanmu... bahwa setiap yang sifatnya kualitatif itu, pada akhirnya akan terasa lebih berharga.
but don't it always seem to go, that you don't know what you got till it's gone...
Post a Comment
Previous posts
Archives
- December 2004
- January 2005
- February 2005
- March 2005
- April 2005
- May 2005
- June 2005
- July 2005
- August 2005
- September 2005
- October 2005
- November 2005
- December 2005
- January 2006
- February 2006
- March 2006
- April 2006
- May 2006
- June 2006
- July 2006
- August 2006
- September 2006
- October 2006
- November 2006
- December 2006
- January 2007
- February 2007
- March 2007
- April 2007
- May 2007
- June 2007
- July 2007
- August 2007
- September 2007
- October 2007
- November 2007
- December 2007
- January 2008
- February 2008
- March 2008
- April 2008
- May 2008
- June 2008
- July 2008
- August 2008
- September 2008
- October 2008
- November 2008
- December 2008
- January 2009
- February 2009
- March 2009
- April 2009
- May 2009
- June 2009
- July 2009
- August 2009
- September 2009
- October 2009
- November 2009
- December 2009
- January 2010
- February 2010
- March 2010
- May 2010
- January 2011
- April 2011
- May 2011
- June 2011
- October 2011
- November 2011
- May 2012
- October 2012
- March 2013
- April 2013

